Peristiwa

Kebakaran Gudang Warga Korea Utara di Sumenep: Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Mobil pemadam kebakaran tengah berupaya keras memadamkan api di gudang sabut kelapa (foto : ist)

Sumenep (beritajatim.com) – Proses pemadaman api dalam kebakaran gudang serabut kelapa milik PT Korma Jaya, di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep berlangsung cukup lama. Api begitu cepat membesar dan meludeskan gudang beserta isinya.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan, lambatnya proses pemadaman tersebut karena terkendala beberapa hal. Diantaranya ketersediaan air untuk memadamkan api, mengingat lokasi kebakaran agak jauh dari sumber air.

“Selain itu, api menjalar ke dalam tumpukan sabut kelapa, sehingga air sulit menembusnya. Kondisi diperparah dengan kencangnya angin saat kejadian, sehingga api semakin cepat membesar,” katanya, Minggu (25/07/2021).

Kebakaran gudang sabut kelapa milik warga Korea Utara (foto : ist)

Ada empat mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api. Namun perlu waktu berjam-jam untuk bisa menjinakkan api. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Widiarti.

Kebakaran gudang sabut kelapa milik Byongun Kwak (55), warga Korea Utara itu diduga kuat akibat terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek.

Kebakaran itu diketahui ketika dua pekerja gudang, yakni Surahmo dan Rahem sedang melakukan pengepakan sabut kelapa. Kemudian beberapa teman kerjanya yang berada di luar gudang berteriak-teriak jika ada kebakaran di belakangnya.

Saat itu juga Surahmo dan Rahem spontan menoleh ke belakang. Ternyata terlihat kabel listrik dari arah panel menuju mesin pengepakan di dalam gudang, dalam kondisi terbakar. Celakanya, sebagian kabel tersebut ditumpuki sabut kelapa, sehingga dengan cepat api membakar seluruh tumpukan sabut kelapa. Bangunan gudang yang terbuat dari bambu itu pun ikut terbakar. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar