Peristiwa

Kawasan Makam Putri Cempo Gresik Longsor, Anggaran Perbaikan Diusulkan Lagi

Akses jalan di kawasan makam Putri Cempo Gresik yang tertimpa longsor

Gresik (beritajatim.com) – Penanganan tebing yang longsor di kawasan Makam Putri Cempo belum mendapat perhatian serius. Padahal longsor tersebut memutus akses jalan dari Giri ke Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik. Dalam P-APBD 2021 ini, Pemkab kembali mengusulkan anggaran.

Seperti diketahui, longsoran di Kawasan Makam Putri Cempo yang terjadi sejak 2018 lalu. Longsoran hanya terjadi di sisi tebing saja namun akses jalan masih bisa dilalui. Tapi saat ini, kondisinya semakin parah.

Di tahun 2019, sebetulnya Pemkab Gresik sudah menganggarkan untuk perbaikan tebing sekaligus perbaikan jalan. Namun, karena waktunya mepet, pengerjaan pun gagal dilakukan. Padahal, kontraktor pemenang lelang sudah ada.

Pertengahan tahun 2020 akses jalan terputus. Bahkan, warung warung di sekitar menghilang karena terbawa longsoran. Tahun 2020 lalu, Pemkab kembali menganggarkan penanganan senilai Rp 5 miliar. Tapi karena pandemi covid-19. Dana itu dikepras hingga tersisa Rp 2 miliar. Tapi dana itu juga tidak digunakan karena dinilai terlalu kecil.

Sebagai gantinya, Pemkab Gresik hanya melakukan penanganan berupa pemasangan terpal untuk melapisi tebing longsor tersebut. Tujuannya gerusan tanah tidak semakin parah.

Kendati kondisi longsor sudah parah, pemkab tidak menganggarkan untuk penanganan kawasan Makam Putri Cempo. Tapi dalam Perubahan APBD yang sedang dalam pembahasan ini Pemkab mengajukan anggaran ke legislatif. Tapi nilainya kecil dan tidak cukup untuk memperbaiki tebing yang longsor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemkab Gresik Achmad Wasil Miftachul Rahman menuturkan, penanganan ini kembali diusulkan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah disetujui atau tidak.

“Masih dalam pembahasan finalisasi, tapi kami anggarkan untuk penanganan tebing yang longsor,” tuturnya, Selasa (7/09/2021).

Menanggapi kecilnya anggaran ini, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, anggaran yang diusulkan dalam P-APBD ini hanya Rp 2,6 miliar untuk penanganannya. Padahal, pihaknya tahun 2020 lalu sudah mewanti-wanti apabila penanganan tebing yang longsor menelan dana Rp 50 miliar.

“Dilihat dari kondisinya, itu tidak bisa dianggarkan setengah-setengah. Kalau anggaran kecil, kami coret karena nanti hanya buang-buang anggaran saja,” ungkapnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar