Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kasus PMK Pada Kambing di Kabupaten Mojokerto Bertambah Jadi 8 Ekor

Pedagang hewan kambing saat hendak berjualan di Pasar Ternak Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. [Foto : dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Data per 20 Mei 2022, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mencatat adanya peningkatan jumlah hewan ternak yang sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Jumlah kambing sakit sebanyak delapan ekor, namun jumlah hewan ternak yang sembuh terus mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah menjelaskan, ada tambahan lima ekor kambing yang terjangkit PMK, yakni berasal dari Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong.

“Kambing yang sakit ini tadi tambahannya lima ekor, dari Desa Suru,” tuturnya, ungkapnya, Sabtu (21/5/2022).

Per 29 Mei 2022 jumlah hewan ternak yang sembuh dari foot and mouth disease yakni sebanyak 72 ekor, sehingga total jumlah hewan ternak yang sembuh menjadi 546 ekor. Dari 546 ekor hewan sembuh tersebut terdiri, 544 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

“Hewan yang sakit ada sebanyak 1.219 ekor, terdiri dari 1.211 ekor sapi dan delapan ekor kambing. Untuk jumlah yang sembuh 546, yang mati 26 ekor, dijual 10 ekor, dan yang dipotong paksa ada 12 ekor,” jelasnya.

Nurul menegaskan, pihaknya telah mengerahkan seluruh tim Disperta Kabupaten Mojokerto untuk melakukan penanganan wabah PMK. Tim Disperta Kabupaten Mojokerto disebar di seluruh desa di Kabupaten Mojokerto untuk melakukan pengobatan dan melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Selain melakukan antisipasi, tim juga melakukan langkah antisipasi terhadap hewan-hewan yang masih sehat agar tidak tertular PMK. Tim berdama Forkopimda Kabupaten Mojokerto telah melakukan salah satu langkah antisipasi berupa pembatasan mobilitas hewan ternak selama wabah PMK,” jelasnya.

Selain enam pasar hewan yang masih ditutup sementara, lanjut Nurul, pembatasan mobilitas hewan ternak juga dakukan dengan cara melakukan razia bersama Polres Mojokerto di perbatasan wilayah Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut untuk mengantisipasi lalu-lintas perdagangan hewan ternak lintas wilayah. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar