Peristiwa

Kasus Penyebaran Video Dugaan Mesum di Unitomo Berakhir Damai

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus insiden dugaan perekaman dan pendistribusian tanpa izin gambar mahasiswa sedang tidur di dalam sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi berakhir damai.

Kedua pihak, yakni perekam Wakil Rektor (Warek) IV Universitas Dr Soetomo Meithiana Indrasari Yunus dengan korban peremkaman sang Warek IV, Ahmad Mukti (24) dan Elle Noor Aziza (22) sudah saling memaafkan.

Rektor Universtitas Dr Soetomo (Unitomo) Bachrul Amiq, mengatakan bahwa kasus tersebut adalah bentuk kesalahpahaman antara Meithiana dengan kedua mahasiswa. Bachrul menyatakan kedua mahasiwa tak berbuat asusila.

“Ini adalah kesalahpahaman, kenapa saya di video, padahal mereka tertidur, jadi kami tidak pernah menganggap mereka mesum juga,” terang Bachrul di Unitomo, Surabaya, Senin (9/9).

“Kami clear menyatakan percaya bahwa mahasiswa tidak berbuat tindakan asusila, mahasiswa hanya lalai karena kelelahan setelah kegiatan dan pagi itu tertidur dan sebenarnya sejak semalam tidak disitu juga, pagi di hari Sabtu itulah tertidur,” tambahnya.

Bachrul menyebut, video yang diambil oleh Meithiana hanya untuk bahan evaluasi untuk kebijakan penertiban jam malam pada kegiatan mahasiswa.

“Kenapa itu divideo, itu hanyalah konsumsi rektor supaya rektor mengambil langkah-langkah untuk melakukan penertiban dan keamanan kampus,” jelasnya.

“Ada berbagai informasi bahwa di lingkungan UKM itu ada tindakan yang berpotensi sebagai masalah, terutama kejadian di malam hari, misalnya berantem, minuman keras, atau tindakan laki perempuan yang di luar keinginan kita sebagai orang tua. Kami melarang mahasiswa untuk tidur di kampus, ada jam malam, nah ini tujuaannya demi kebaikan mahasiswa, agar tidak ada kejadian,” paparnya.

Sementara itu, korban perekaman Ahmad Mukti (24) mengaku sudah legowo terhadap kasus tersebut. Ia tak bakal memperpanjang kasus tersebut. Terlebih, Meithiana sudah mengakui meminta maaf kepada kedua korban.

“Dari hasil pertemuan ini kita sama-sama saling minta maaf. Saya pribadi meminta maaf, dan saya memberi maaf. Dari hasil pertemuan ini sesuai dengan tuntutan saya bahwa Bu Mei harus meminta maaf yang sudah dipenuhi. Artinya sudah tidak ada apa-apa lagi terkait hal-hal yang sudah berkembang isu mesum itu. Itu adalah sebuah kesalahpahaman yang sudah di sampaikan oleh Bapak Rektor,” terangnya.

Sedangkan, Meithiana menuturkan bakal mengikuti intruksi kampus atas kaus tersebut. Ia juga tak bakal memperkarakan kembali tindakan kedua mahasiswa yang tertidur di dalam sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi berakhir damai tersebut.

“Secara kelembagaan saya harus mengikuti kebijakan rektor,” tandas Meithiana.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar