Peristiwa

Kasus Miras Oplosan Maut, DPRD Kota Malang Bakal Bahas Ranperda Minol

Suasana rumah duka korban miras oplosan di Malang.

Malang(beritajatim.com) – Minuman keras oplosan diduga menjadi penyebab tewasnya tiga warga Jalan Simpang Candi Panggung, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Sembilan orang diantaranya, hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ketua DPRD Kota Malang Sementara, I Made Rian Diana Kartika mengatakan, kasus ini membuka opsi bagi legislatif melakukan pembahasan Ranperda tentang Perubahan atas Perda No 5 Tahun 2006 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol.

Bahkan dia ingin aturan diperketat, agar produsen minuman keras oplosan disamakan dengan kasus peredaran narkoba. Sebab, korban dari miras oplosan cukup banyak. DPRD tidak ingin kasus serupa terulang.

“Karena ini bisa dimasukan ke dalam penyalahgunaan narkoba atau bandar lah. Karena usaha ini katanya hasilnya cukup besar, efek negatifnya ke masyarakat juga cukup besar. Apalagi yang masih dirawat cukup banyak. Polisi juga memastikan akan mengusut tuntas kasus ini, dicari sumber masalahnya,” kata Made, Selasa, (17/9/2019).

Made mengaku bakal mempelajari perda minuman beralkohol (minol) yang sudah ada. Bila aturan di dalam perda dirasa masih ringan bakal dibuat lebih berat. Tujuannya, untuk menekan produsen miras agar tak memproduksi miras oplosan.

“Kami harapkan polisi menindak tegas, kami segera bikin Perdanya. Karena ini merusak generasi bangsa. Kami juga akan melihat perda yang sudah ada bila tergolong masih ringan kami harus beri sanksi berat terutama untuk produsen miras,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar