Peristiwa

Kasus Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Polisi Periksa 2 Orang

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi [foto/dok.beritajatim.com]

Ponorogo (beritajatim.com) – Pengambilan paksa jenazah yang terindikasi Covid-19 di RSUD dr. Harjono Ponorogo pad awal Mei lalu berbuntut panjang. Hingga saat ini, Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Sebelumnya, polisi sudah memeriksa rekaman CCTV rumah sakit yang memperlihatkan pengambilan paksa jenazah yang diduga dilakukan oleh pihak keluarga.

Perkembangan terkini, Polres Ponorogo telah memanggil dua orang yang diduga terlibat dalam pengambilan paksa jenazah itu. Yakni orang-orang terekam di CCTV rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi mengungkapkan pemanggilan dua orang itu guna mengklarifikasi keterlibatan keduanya.

“Kasus jemput paksa jenazah yang ada di RSUD dr. Harjono masih dalam tahap penyelidikan. Dua orang yang ada di video CCTV sudah kita mintai keterangan,” kata Hendi, Jumat (21/5/2021).

Satreskrim Polres Ponorogo, kata Hendi, juga akan mengundang Satgas Covid-19 kabupaten untuk dimintai konfirmasi tentang prosedur penerapan protokol Covid-19. Selain itu polisi juga akan kembali memanggil dari pihak rumah sakit.

“Meski sebelumnya sudah dimintai keterangan, pihak rumah sakit kita undang lagi untuk pemeriksaan lebih mendalam. Atau orang-orang berkompeten terkait karantina kesehatan atau persebaran Covid-19,” katanya.

Hendi menolak jika penanganan kasus jemput paksa jenazah ini lambat. Dia berdalih masih dalam proses penyelidikan dan tidak ada kendala. “Masih berjalan, usahakan ada progres. Sebab ini juga bagian dari menekan penyebaran Covid-19 agar jangan berkembang. Saya harap masyarakat lebih aware dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui pada Rabu 5 Mei 2021, ada aksi pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19. Pengambilan paksa yang diduga oleh pihak keluarga itu dilakukan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Harjono Ponorogo.

Pengambilan paksa itu terekam oleh CCTV rumah sakit dan viral di media sosial. Hal tersebut disayangkan oleh Direktur RSUD dr. Harjono, dr. Made Jeren, sebab pasien yang meninggal tersebut sebelumnya dilakukan rapid test antigen dengan hasil positif. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar