Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Diduga Jadi Korban Trafficking

Kasus Hilangnya Gadis Belia Ringinkembar Malang Pernah Terjadi pada 2018

Rokaiyeh, ibu kandung Nazwa Aulia beserta keluarganya

Malang ke(beritajatim.com) – Hingga hari ke-4, pencarian terhadap Nazwa Aulia (17), warga Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, masih terus dilakukan pihak keluarga.

Nazwa Aulia alias Lia, diduga jadi korban Trafficking. Modusnya, korban ditawari bekerja sebagai asisten rumah tangga oleh seorang pria warga keturunan Tionghoa. “Kami bersama beberapa perangkat desa dan aparat Kepolisian dari Polda Jatim saat ini tengah melakukan pencarian Aulia hingga di Surabaya,” terang Kepala Desa Ringinkembar, Subaidi ketika dihubungi, Rabu (18/5/2022) sore.

Bersama orangtua Lia, Subaidi berjanji tidak akan pulang sebelum putri dari pasangan Nasihin alias Harun dan Rokaiyeh ini pulang ke rumahnya.

Sementara itu, Rokaiyeh ibunda Korban dengan raut wajah sedih menerangkan, kedatangan dua orang tamu berwajah Tionghoa ke rumah korban lantaran diantar oleh Pak Min, seorang penjual bakso di kawasan bukit Pletes Sumawe. Itupun hanya sampai di rumah Rohadi, tetangga terdekat.

“Yang ikut ngantar dua tamu ke rumah saya hanya Rohadi. Meskipun saya tidak mengizinkan anak saya bekerja, tetapi orang itu maksa agar anak saya mau bekerja dengan iming-iming gaji sebesar Rp2,5 juta per bulan,” beber Rokaiyeh.

Rokaiyeh melanjutkan, selain dengan iming-iming gaji sebesar itu bagi kalangan warga pedesaan, jika Lia dalam kurun waktu selama 3 bulan ternyata masih bertahan kerja di rumahnya. Sementara tamu yang belakangan diketahui bernama Samuel itu, berjanji akan membelikan Lia sepeda motor.

“Kalau Lia mau terus bekerja selama 4 sampai 5 tahun, saya juga akan diberi hadiah uang sebesar Rp50 juta. Ayo, cepetan kamu bekerja,” tutur Rokaiyeh menirukan rayuan kedua tamu yang baru ia kenal itu dengan nada sedih.

Perbincangan kedua tamu berlangsung cukup lama. Hingga Rokaiyeh dan Nasihin tidak terpikirkan menanyakan alamat lebih detail termasuk nomor ponsel (telepon seluler). “Saya seperti kena hipnotis, termasuk suami saya Nasihin, ketika melihat mobil kijang berwarna silver, rasanya seperti tak berdaya,” sambung Rokaiyeh.

Rokaiyeh baru sadar jika tamu yang diketahui bernama Samuel itu ternyata juga pernah menjanjikan hal serupa terhadap warga Dusun Sumbergentong, Desa Klepu, Kecamatan Sumawe, bernama Lutfiyah pada 2018.

“Sekitar 4 tahun lalu, Lutfiyah saudara saya juga pernah dibawa ke Buring kota Malang. Tetapi sampai Buring, Lutfiyah hanya ditampung bersama beberapa perempuan lain selama tiga hari. Saya tidak tahu, kenapa Lutfiyah kok bisa kabur,” pungkas Rokaiyeh. [yog/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar