Peristiwa

Kasus Dugaan Aborsi di Mojokerto, Kejari Kembali Terima 3 SPDP

Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto, Indra Soebrata.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto kembali menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus dugaan aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ada tiga tambahan SPDP yang diterima dari Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Kabupaten Mojokerto, Indra Soebrata membenarkan, ada tiga tambahan SPDP yang diterima dari penyidik. “Iya ada tambahan 3 SPDP. Total ada 8 SPDP yang kami terima dari tim Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto, sebelumnya kita terima 5 SPDP,” ungkapnya, Sabtu (6/3/2021).

Masih kata Kasi Intel, tiga SPDP tersebut yakni dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Tiga SPDP yang diterima Kejari Kabupaten Mojokerto dari Tim Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto pada, Rabu (2/3/2021) kemarin. Sehingga total ada delapan SPDP kasus aborsi tersebut.

“Untuk peran masing-masing, mohon maaf kami tidak bisa menjabarkan karena ini masih rana penyidik. Yang jelas kami terima tambahan 3 SPDP pada, Rabu kemarin sehingga total yang sudah kita terima dari Tim Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto ada 8 SPDP,” katanya.


Kasi Intel menambahkan, pihaknya sudah menunjuk Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto tersebut. Hal ini dilakukan jika berkas hasil penyidikan Polres Mojokerto sudah dikirim ke Kejari Kabupaten Mojokerto atau Tahap I.

“Sudah, kami sudah susun Tim Jaksa untuk menangani kasus ini sehingga sewaktu-waktu Penyidik Polres Mojokerto mengirim berkas hasil penyidik dikirim ke kami. Apakah akan ada tambahan SPDP lagi? Kita tunggu kelanjutannya,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus aborsi ini terungkap berawal ditemukannya makam misterius di pemakaman Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto oleh warga pada, Kamis (14/1/2020). Pihak kepolisian membongkar makam bayi pada, Minggu (17/1/2021) dini hari.

Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo membongkar karena warga tidak mengetahui makam itu milik siapa dan siapa yang melakukan pemakaman. Makam bayi tersebut berada sekitar 3 meter di sisi selatan pintu masuk pemakaman Islam Dusun Sugihwaras.

Terdapat dua batu nisan sebagai penanda nama, makam dengan panjang sekitar 30 cm itu nampak masih baru. Batu nisan dengan tulisan nama Fulan yang diduga merupakan nama pemilik makam serta tanggal 10-01-2021 yang menjadi tanggal kematian dipasang di sebelah selatan. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar