Peristiwa

Kasus Covid-19 di Bukopin, Wawalkot Malang Imbau Protokol Semakin Diperketat

KCU Bank Bukopin di Jalan Semeru, Kota Malang disterilisasi.

Malang(beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko meminta tempat pelayanan publik seperti perbankan agar lebih memperketat protokol pencegahan Covid-19. Hal ini menyusul beberapa kasus Covid-19 di perbankan di Kota Malang.

Kasus terakhir adalah di Kantor Cabang Umum Bank Bukopin Malang di Jalan Semeru. Dua karyawan mereka yang berasal dari Surabaya dinyatakan positif Covid-19. Kantor pelayanan pun ditutup dan sementara dipindah ke kantor Bank Bukopin terdekat

“Melihat perkembangan terakhir beberapa kejadian di kalangan perbankan maka penerapan protokol Covid-19 harus diperketat. Jadi harus diperhatikan sungguh-sungguh akan penerapan protokol kesehatan harus ketat dan berkala,” papar Sofyan Edi, Selasa, (8/9/2020).

Sofyan Edi mengatakan, pimpinan perkantoran pelayanan publik harus memberikan perlindungan secara ketat baik karyawan maupun nasabah dan lainnya. Sementara pengunjung yang datang ke pelayanan harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini perhatian khusus setelah kita lihat di kasus terakhir Bank Bukopin. Dalam Perwal 30 itu sudah ada sanksi yang perlu diperhatikan, terkait badan usaha dan layanan publik harus diawasi betul, supaya tidak muncul klaster baru. Ditambahkan penerapan protokol kesehatan. Identifikasi personel harus lebih ketat di data dirinya, ini untuk memperkecil penularan,” kata Sofyan Edi.

Dalam Peraturan Wali Kota Malang nomor 30 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan mengatur bahwa badan layanan publik harus diawasi agar tidak muncul klaster baru. Pemkot Malang menyarankan, jasa perbankan lebih mengajak para nasabah menggunakan layanan online ketimbang tatap muka dalam kondisi pandemi saat ini.

“Imbauan untuk bank, kalau seandainya bisa pelayanan secara online itu akan jauh lebih tidak beresiko. Kita harapkan pakai layanan yang tidak beresiko. Kalau tidak terpaksa atau darurat mending gunakan online,” tandas Sofyan Edi. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar