Peristiwa, Politik Pemerintahan

Karena Baca Beritajatim, Istri Bupati Ponorogo Bantu SAR Tangguh Kirim Bantuan

SAR Tangguh Ponorogo akhirnya bisa mengirimkan bantuan berupa 1,5 kuintal baju baru donasi dari sejumlah pemilik konveksi di Ponorogo, Minggu (6/1/2019) pagi. Mereka mendapat bantuan dana operasional dari istri Bupati Ponorogo Sri WAhyuni Ipong Muchlissoni setelah membaca berita di media online beritajatim.com.

Ponorogo (beritajatim.com) – Akhirnya para relawan pencarian dan pertolongan, SAR Tangguh Ponorogo, bisa berangkat menuju Pandeglang, Banten, untuk mengirim 1,5 kuintal baju baru untuk para korban tsunami. Minggu (6/1/2019) pagi mereka berangkat dengan satu buah mobil berisi penuh bantuan kemanusiaan.

Koordinator SAR Tangguh Ponorogo Fendy Sukatmanto mengatakan, keberangkatannya dengan satu anggota tim SAR Tangguh lainnya terlaksana setelah kelompok para relawan kemanusiaan ini mendapat bantuan dari istri Bupati Ponorogo Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni berupa sejumlah dana.

“Bu Ipong membaca berita di beritajatim.com tentang kesulitan SAR Tangguh untuk mengirim bantuan kemarin (Jumat, 1/1/2019) itu lho. Selanjutnya kami diajak komunikasi terus diberi uang operasional. Makanya sekarang bisa berangkat ke Pandeglang sekaligus jemput teman-teman di sana. Sebagai ungkapan terima kasih saya buat banner tanda terima kasih itu dan saya pasang di mobil,” ungkap Fendy.

Fendy menyatakan, SAR Tangguh Ponorogo sempat kebingungan saat mendapat kepercayaan untuk menyalurkan bantuan ke para korban tsunami di Pandeglang. Di akhir Desember lalu, mereka mendapatkan empat karung baju baru yang bobotnya mencapai 1,5 kuintal dan sejumlah kotak mi instan dari sejumlah donatur. “Kami tidak melakukan penggalangan. Tapi ada beberapa teman pemilik usaha konveksi mempercayakan kepada kami baju-baju itu. Semuanya baru,” Fendy.

Namun, kata Fendy, karena selama ini SAR Tangguh Ponorogo tidak bergerak di bidang penggalangan bantuan, ia dan beberapa kawan justru kebingungan dengan cara penyaluran bantuannya. Apalagi, selama ini SAR Tangguh bergerak dengan dana swadaya. Untuk hal-hal seperti penyaluran bantuan tidak pernah terpikir. “Tapi karena ada yang mau menyumbangkan barang kami kan tidak enak kalau menolak,” ujar Fendy.

Perjalanan mereka ke Pandeglang juga sekaligus menjemput lima anggota tim SAR Tangguh Ponorogo lainnya. Mereka adalah Agus Setiyo Pambudi, Khafid Muhammad Ikhsan, Asrobi Nanda Koswara, Mohd Taufiq Ginanjar dan Ronaldo Eka Pratama.

SAR Tangguh Ponorogo berpartisipasi di daerah terdampak tsunami Selat Sundan untuk melaksanakan evakuasi membantu pada sukarelawan yang ada di sana. Rencananya, mereka akan berada di Banten selama masa tanggap darurat yang ditentukan oleh instansi terkait. Namun bila masih dibutuhkan, mereka akan lanjut sampai waktu yang belum ditentukan. “Karena sudah selesai masa bakti untuk tanggap darurat bencana, maka kawan-kawan tersebut kami jemput sekalian,” kata Fendy. [dil/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar