Peristiwa

Kapolresta Sidoarjo Tinjau Lokasi Banjir di Tanggulangin

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji meninjau lokasi banjir di Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin, Senin  (17/2/2020).

Dalam kunjungannya Sumardji mengatakan peran Bhabinkamtibmas sangatlah penting dalam menunjang informasi dan penanganan pertama dalam keadaan darurat bencana.

Bhabinkamtibmas harus selalu berkoordanisasi dengan pihak pemerintahan desa yang dilanda banjir, BPBD dan BMKG.

“Kordinasi penting dilakukan untuk melakukan pemantauan situasi wilayah guna pengantisipasian hujan deras dan penanganan dini serta selalu tanggap dan cekatan dalam penanganan bencana,” kata Sumardji.

Ia juga juga nengintruksikan kepada Unit Patroli baik dari Polsek maupun Polresta terus ditingkatkan dalam mendeteksi situasi dan segera dilaporkan kesatuan atas dengan berjenjang.

“Dengan demikian kondisi terkini di kawasan bencana benar-benar terpantau dan ada langkah penanganan,” paparnya.

Di lapangan, Sumardji yang didampingi Kapolsek Tanggulangin dan Kapolsek Porong serta Pemdes Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin juga melihat langsung kondisi banjir yang melanda di Desa Kedungbanteng RT 03, 05 dan 06 Tanggulangin dan SMPN 2 Tanggulangin.

Perlu diketahui, hujan deras yang mengguyur di kawasan Tanggulangin beberapa waktu lalu membuat beberapa wilayah terendam. Sebulan lebih masyarakat yang berada di dua desa yakni Kedungbanteng dan Banjarasri hidup diatas genangan air.

Bahkan kini banjir semakin meluas dan tak sedikit yang mengungsi dan mengevakuasi barang-barang dalam rumah yang terendam banjir. Banjir yang ada, sampai masuk ke dalam rumah warga.

Aris warga Kedungbanteng menjelaskan banjir di desanya dan Desa Banjarasri semakin meluas. Banjir yang melanda desanya sekarang sudah mencapai 85 persen. “Banjir semakin meluas. Hampir 85 persen dilanda banjir,” terang dia.

Lanjut Aris, dengan semakin meluasnya banjir ini, diyakini semakin tidak tertangani dan pemerintah tidak mempunyai solusi untuk mengatasi ini.

Bulan lalu ada solusi dengan cara memasang dua pompa di Dam Kedungpeluk. Namun Pompa itu sekarang tidak berfungsi. “Pompa yang satu di angkut lagi, sedangkan yang satu tidak di operasikan,” pungkasnya. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar