Peristiwa

Kapolres Probolinggo Kota: Jangan Alergi Terhadap Pers Profesional

Probolinggo (beritajatim.com) – Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. R.M Jauhari, menilai, fungsi kontrol lembaga pers sebagai kapstok untuk evaluasi kinerja semua pemangku kebijakan.

Baik buruk, kinerja aparatur pemerintah sampai penegak hukum, salah satunya bisa dibaca dari catatan jurnalistik. “Itulah saya sampaikan, fungsi kontrol pers bisa menjadi bahan evaluasi kepolisian meningkatkan profesionalismenya” kata Jauhari, saat merayakan Hari Pers Nasional (HPN), di Basecamp Jurnalis Probolinggo, Selasa (9/2/2021) siang.

Tak hanya itu, mantan Kapolsek Tanah Abang, ini berharap, pers yang semakin profesional, juga berkontribusi secara sehat mendukung pembangunan suatu daerah. “Kami selaku forkopimda (Forum Komunikasi Pemerintahan Daerah) juga meminta pers, bertanggungjawab terhadap pertumbuhan pembangunan di daerah,” sambungnya.

Jauhari, meminta semua unsur pemerintah daerah tidak alergi kritik. Terutama kritik dari lembaga pers. “Tentu kritik yang disampaikan harus konstruktif dan solutif,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam perayaan HPN ke 75 ini, AKBP Raden Mas Jauhari, bersama jajarannya sengaja membuat kejutan. Ia hadir di tengah-tengah para kuli tinta yang sedang berkumpul di basecamp wartawan Probolinggo.

Sambil membawa kue tart, orang nomor satu di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota itu, mengomando anggotanya melantunkan lagu selamat ulang tahun karya Jamrud. “Salamat datang pak kapolres,” teriak-teriak sejumlah wartawan yang kaget dengan kehadiran Jauhari.

Suasanapun haru dan mencair. Beberapa jurnalis diminta meniup lilin yang dinyalakan di atas kue tart. “Hayo tiup lilinnya,” pinta Jauhari, kepada beberapa wartawan, sambil tertawa melihat gelagat lucu beberapa kuli tinta.

Acara berlanjut potong dan bagi-bagi kue tart. Dalam kesempatan itu Jauhari, juga mengobrol ringan bersama beberapa jurnalis senior.

Romadhona, redaktur salah satu media lokal di Probolinggo, mengatakan, HPN 75 menjadikan momentum bagi jurnalis meningkatkan kapasitas di bidangnya.

“Sinergi antara lembaga pemerintah dan pers, harus didukung kapasitas personal kuli tinta. Sehingga, wartawan sebagai ujung tombak perusahaan media di lapangan, mampu menterjemahkan semua kondisi dan situasi yang sedang dihadapi pemerintah,” katanya.

“Kita dituntut masukan konstruktif terhadap persoalan pemerintah. Wartawan yang memiliki kapasitas tidak akan gagap saat nimbrung dalam berbagai persoalan pembangunan suatu daerah. Terima kasih kapolres memberi ruang luas terhadap pers profesional di Kota Probolinggo,” tutupnya.

Sementara itu, dalam HPN ke-75 ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya juga memersiapkan sejumlah kegaiatan. Antara lain bhakti sosial, berkunjung kepada mantan jurnalis, hingga santunan yatim-piatu. “Saya mengapresiasi perhatian semua pemangku kebijakan di Kota/Kabupaten Probolinggo atas perayaan HPN ini. Sambutannya luar biasa. PWI Probolinggo akan terus berbenah. Terutama peningkatan kapasitas wartawan,” katanya singkat. [eko/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar