Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kapolres Malang Bersama Dandim Cek Kesiapan Pos PAM Lebaran 2022

Malang (beritajatim.com) – Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat bersama Dandim Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan dan Pelayanan Mudik 2022, Rabu (27/04/2022) siang.

Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk menindaklanjuti kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2022. Polres Malang mendirikan 7 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan mudik 2022. Didukung pula dengan adanya 13 pos pengamanan tempat pariwisata.

Pengecekan dan pos pengamanan mudik sesuai prosedur hari ini, dilakukan di tempat pariwisata Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

“Kita tahu 2 tahun terakhir pengelolaan tempat wisata mengalami penurunan jumlah pengunjung karena Covid-19, pada tahun ini mobilitas pengunjung tempat wisata diperkirakan akan meningkat,” ungkap Ferli, Rabu (27/4/2022).

Dengan didirikannya pos pengamanan pariwisata yang dikelola oleh dinas terkait ini, diharapkan menjadi salah satu upaya Kepolisian untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Untuk itu kita himbau di tiap-tiap pos pengamanan pariwisata disediakan himbauan protokol kesehatan Covid-19,” ucap Ferli.

Ferli menegaskan, Forkopimda Kabupaten Malang sejauh ini, telah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait maupun dengan pengelola tempat pariwisata untuk terus mengingatkan bahwa Kabupaten Malang masih masuk PPKM level 2.

“Khusus di tempat pariwisata kami sediakan handsanitizer, masker gratis dan thermogun. Dan jika diketemukan masyarakat yang belum vaksin booster kami akan sediakan gerai vaksin di pos pengamanan,” bebernya.

Ferli menambahkan, pihaknya juga menyediakan Gerai Vaksin disejumlah tempat wisata dan Pos Pelayanan.

Antisipasi kerumunan dan potensi gangguan Kamtibmas di tempat pariwisata nantinya, difokuskan pada H-7 dan H+7 lebaran. Khususnya di hari akhir pekan, akan ditingkatkan intensitas pengamanannya.

Ferli menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di exit tol maupun jalan raya yang sebelumnya mengalami kepadatan pengendara.

“Kita memiliki 4 exit tol, 3 di wilayah Kabupaten Malang dan 1 di wilayah Malang Kota. Apabila debit kendaraan di exit tol tinggi maka akan kami lakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan pengendara,” pungkas Ferli. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar