Peristiwa

Aksi Kekerasan oleh Anggota Perguruan Silat

Kapolres Jember: Tahan Semua Pelaku Pengeroyokan Butuh Proses

Kapolres AKBP Arif Rachman Arifin

Jember (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, berkomitmen memproses secara hukum semua kasus penganiyaan dan perusakan yang dilakukan anggota perguruan silat terhadap warga lainnya.

“Karena tahun sebelumnya lebih banyak (penyelesaian) menggunakan cara kekeluargaan dan tidak memberi efek yang bagus, jadi pada 2021 sejak saya di sini, dari 10 kasus yang melibatkan oknum (pesilat) kami proses semua. Bahkan enam kasus sampai di pengadilan dan empat masih ditangani penyidik,” kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin.

Arif mengatakan, pihaknya sudah tegas. “Hanya memang kalau semua pelaku ditahan, itu butuh proses. Selain itu, perkara yang melibatkan oknum anggota perguruan silat lebih kecil jumlahnya dibandingkan kasus penganiayaan lainnya,” jelasnya.

Sepanjang Januari-Mei 2021, polisi menangani 164 kasus penganiayaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 20 kasus adalah pengeroyokan, dan 10 kasus di antaranya melibatkan anggota perguruan silat.

“Alhamdulillah untuk kasus yang melibatkan oknum, semuanya hampir terungkap. Kalau untuk jumlah tersangka, semua butuh proses. Polisi di Jember hanya 1.100 orang. Penduduk kita hampir tiga juta orang,” kata Arif.

Polisi sudah bekerja maksimal dalam penanganan kasus penganiyaan ini. “Kalau kinerjanya dianggap masih kurang, bisa mengadu. Kami terbuka. Objektif. Sampaikan pengaduan resmi apa kekurangan kami,” kata Arif.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember mendesak polisi agar menangkap dan mengadili para pelaku pengeroyokan terhadap empat anggota perguruan silat Pagar Nusa oleh puluhan orang anggota salah satu perguruan silat lainnya.

Pengeroyokan terjadi pada Sabtu (17/4/2021) sore. Dua orang pesilat warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, yakni Fauzan (20) dan Wahyudi (25), terluka hingga harus dirawat di rumah sakit.

Semua berawal, saat empat anggota Pagar Nusa yang hendak ngabuburit melintas di jalan desa setempat. Mereka diancam oleh puluhan orang dari salah satu perguruan silat lainnya dan disuruh melepas kaos beratribut Pagar Nusa.

“Karena empat orang ini tidak mau, akhirnya dikeroyok,” kata Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jember Inspektur Satu Sholikhan Arief. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar