Peristiwa

Kapolda Jatim Komitmen Tuntaskan Kasus Hoaks di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imron menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim.

Hal tersebut disampaikan di sela kegiatan silarurrahim bersama ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PCNU Pamekasan, Jl R Abd Aziz Pamekasan, Rabu (21/10/2020). Sekaligus mempertegas adanya polemik yang terjadi di Pamekasan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, serta jajaran petinggi Polres Pamekasan. Ditemui oleh jajaran pengurus NU Pamekasan.

“Kami berjanji akan segera menyelesaikan kasus yang belum tuntas dan sempat membuat kegaduhan masyarakat di Pamekasan,” kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imron.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imron (tengah) bersama rombongan silaturrahmi ke Kantor PCNU Pamekasan, Jl R Abd Aziz, Rabu (21/10/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Sekaligus membantu warga Nahdliyin untuk mengungkap sekaligus menangkap pelaku pencemaran nama baik orang nomor satu di lingkungan NU Pamekasan.

Bahkan pihaknya juga menyatakan untuk meminta bantuan Mabes Polri untuk melakukan tracing terhadap pelaku pembuat berita bohong alias hoax. “Dari itu, kami akan meminta bantuan Mabes Polri untuk mentracing orang yang menyebarkan berita hoax,” tegasnya.

Seperti diketahui, warga Nahdliyin Pamekasan melakukan domonatrasi ke Mapolres Pamekasan, Minggu (4/10/2020) lalu. Mereka berunjukrasa dalam rangka mendesak aparat kepolisian agar segera mengambil langkah tegas atas peristiwa tersebut.

Dalam aksi tersebut, warga Nahdliyin memberikan deadline 3×24 jam alias tiga hari kepada Polres setempat, agar segera segera mengungkap dan menangkap pemilik akun medsos Mohammad Izzul yang memposting status ujaran kebencian dan ditujukan kepada KH Taufik Hasyim.

Bahkan beberapa hari berselang, yakni Jum’at (9/10/2020). Ribuan warga Nahdliyin kembali ke Mapolres Pamekasan dalam rangka menindak lanjuti tuntutan sebelumnya. Namun akhirnya Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar meminta massa agar bersabar, karena proses pengungkapan dipasrahkan kepada tim cyber Polda Jatim. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar