Peristiwa

Kantor Kemenag Bantah Ada Ratusan Jemaah Haji Fiktif di Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Urusan Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto membantah ada ratusan Jemaah Calon Haji (CJH) di Kabupaten Mojokerto fiktif. Yang benar, ratusan CJH tersebut hanya pindah tempat tinggal sehingga tidak ditemukan.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Barozi menjelaskan, jika tidak ada CJH di Kabupaten Mojokerto fiktif. “Tidak ada jemaah haji fiktif. Data calon jemaah haji yang masuk ke kami semuanya nyata, dokumennya sah, orangnya juga ada,” ungkapnya, Rabu (3/7/2019).

Masih kata Barozi, akan tetapi CJH tersebut tidak melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan berbagai alasan. Diantaranya, meninggal dunia, menunggu keluarga dan pindah tempat tinggal. Kabupaten Mojokerto mendapatkan kuota 2.138 jemaah haji tahun 2019 ini.

“Dari jumlah itu, 343 jemaah sampai saat ini tidak melakukan pelunasan BPIH sehingga yang berangkat tahun ini sebanyak 1.818 jemaah. Para jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini mendaftar sejak Desember 2010 sampai Maret 2011,” katanya.

Barozi menambahkan, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sudah mengantisipasi kekosongan kursi akibat tidak melunasi dengan skema cadangan. Menurutnya, kuota pasti terpenuhi dan tidak akan merugikan jemaah dibawahnya.

“Pada prinsipnya, tidak merugikan jemaah haji yang menunggu sekian panjang karena cadangan tersebut direkrut dari kursi keberangkatan 2020, otomatis akan naik juga. Skema ini cukup bagus dalam rangka tidak terjadinya kursi kosong yang tidak terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali menambahkan, sebagian CJH yang tak melunasi BPIH merupakan orang sama dari tahun ke tahun. “Kita sudah pernah melakukan verifikasi tahun 2016,” ujarnya.

Saat itu terdapat 499 CJH yang gagal berangkat karena tak melunasi BPIH. Sebanyak 50 lebih CJH meninggal, surat sampai alamat tapi sudah pindah domisili ada 174 jemaah. Selebihnya alasan kesehatan dan pendampingan keluarga.

Sebanyak 1.818 CJH asal Kabupaten Mojokerto dibagi dalam enam kelompok penerbangan (Kloter). Kloter 61 dan 62 akan diberangkatkan tanggal 26 Juli 2019, kloter 63 dan 64 tanggal 27 Juli 2019, kloter 67 dan 84 diberangkatkan 28 Juli dan 4 Agustus 2019.[tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar