Peristiwa

Kantongi SK Bupati dan Gubernur, Yapasti Tolak Tinggalkan Asta Tinggi

Sumenep (beritajatim.com) – Penjaga Asta Tinggi, Sumenep, yang bernaung di bawah Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti), mengaku tidak akan meninggalkan Asta Tinggi, meski Pengadilan Negeri (PN) setempat telah melakukan eksekusi putusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang memenangkan gugatan Yayasan Panembahan Sumala (YPS).

Para penjaga Asta Tinggi melalui kuasa hukumnya dalam perlawanan terhadap sita eksekusi Nomor 02/Pdt.Eks/2018/PN.Smp, Farid Fathoni menjelaskan, sita eksekusi tidak dapat dilaksanakan karena Amar Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya tanggal 22 Desember 2017 dengan Nomor 735/PDT/2017/PT.Sby tidak membatalkan atau mencabut dan atau menyatakan tidak sah SK Bupati Sumenep dan SK Gubernur Jawa Timur.

“Karena dalam putusan Pengadilan Tinggi Surabaya SK Gubernur dan SK Bupati tidak dibatalkan, maka eksekusi itu tidak dapat dilaksanakan. Penjaga Asta Tinggi dan Yapasti tetap mengelola Asta Tinggi seperti biasa, karena mereka bekerja berdasarkan SK Bupati dan SK Gubernur,” terangnya.

Ia memaparkan, para penjaga Asta Tinggi secara turun temurun mendapat SK Bupati untuk mengatur, memelihara, membersihkan serta menjaga keamanan Asta Tinggi dan bertanggung jawab kepada Bupati.

Selain itu, pada 10 April 2014, Gubernur Jawa Timur telah mengalihkan kepemilikan Cagar Budaya Asta Tinggi dari Pemerintah kepada Yayasan Penjaga Asta Tinggi berdasarkan SK Nomor:188/250/KPTS/013/2014 tentang Penetapan Satuan Ruang Strategis Kawasan Asta Tinggi sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Provinsi.

“Jadi selama Gubernur tidak membatalkan SK, selama Bupati tidak membatalkan SK itu, ya sudah. Kami tetap akan melaksanakan amanat SK itu,” tandasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (18/07/2019), Pengadilan Negeri (PN) Sumenep melakukan eksekusi terhadap kepemilikan dan pengelolaan kompleks pemakaman raja-raja Sumenep, Asta Tinggi.

Pembacaan eksekusi dilakukan di depan pintu masuk Asta Tinggi, Desa Kebonagung. Dalam eksekusi ini, bertindak sebagai pemohon adalah Yayasan Panembahan Sumolo (YPS), dan termohonnya Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti). Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya.

Salah satu amar putusan yang dibacakan panitera PN Sumenep adalah : Menyatakan areal Asta Tinggi Sumenep merupakan kuburan raja-raja Sumenep dan ulama-ulama keturunan raja-raja Sumenep dengan segenap keturunannya, serta sebagai peninggalan sejarah dan obyek wisata religius yang terletak di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, merupakan aset Yayasan Panembahan Sumala atau penggugat. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar