Peristiwa

Kalapas Bojonegoro: Terdakwa yang Dapat Pembantaran Sudah Balik ke Lapas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro Bambang Haryono mengatakan, terdakwa kasus 170 KUHP yang sebelumnya mendapat pembantaran lantaran diduga sakit sudah kembali ke dalam ruang tahanan, Rabu (9/1/2019).

Terdakwa atas nama Sunan, warga asal Jalan Sumpil 1, nomor 55, RT 03 RW 04 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu kembali ke ruang tahanan kemarin. “Sudah kembali ke Lapas dalam keadaan belum sehat,” ujar Bambang.

Sebelumnya, diduga terdakwa kasus pengeroyokan itu selama masa pembantaran tidak berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo sesuai penetapan yang diberikan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Terdakwa diberikan masa pembantaran sejak 21 Desember 2018 lalu.

Pembantaran diberikan karena sesuai dengan laporan pihak Lapas yang bersangkutan sedang dalam keadaan pingsan saat mengikuti olah raga pagi. Setelah dilakukan perawatan di poli klinik Lapas ternyata belum kunjung siuman, sehingga dirujuk ke RSUD Bojonegoro.

Terdakwa sempat tidak hadir satu kali sidang. Saat dicari oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro di Lapas maupun di Rumah Sakit tidak ada. Sehingga diduga telah menghilangkan diri. “Saya tidak pernah mengatakan terdakwa kabur,” ungkapnya.

Bambang mengakui, jika selama masa pembantaran ini dia juga memiliki data rekam medis hasil pemeriksaan kesehatan terdakwa dari pihak rumah sakit. Namun, ketika diminta oleh jurnalis beritajatim.com, data tersebut dikatakan merupakan milik medis kantor. “Ada staf saya yang pegang,” ungkapnya

Sebelumnya, JPU Kejari Bojonegoro juga telah melakukan kroscek ke RSUD Bojonegoro dan terdakwa dinyatakan tidak ada di rumah sakit. Hari ini, kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Bojonegoro, Dodik Mahendra, terdakwa menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan. “Jaksa penuntut umum kasus ini Dewi Lestari,” katanya. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar