Peristiwa

Kalah, PN Mojokerto Eksekusi Gudang di Ngoro

Eksekusi gudang kerajinan rotan di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto melakukan eksekusi sebuah gudang di Desa Watesnegoro RT 004 RW 003, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (4/11/2020). Meski penyewa gedung kerajinan rotan ini sempat meminta waktu pengosongan, namun juru sita tetap melakukan eksekusi.

Eksekusi dilakukan lantaran pemilik gudang tersangkut hutang piutang dengan pihak Bank Mandiri. Melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo, pemohon eksekusi Chung (Than) Sutijo Sugeng menang lelang dengan nilai lelang sebesar Rp1,3 milyar pada Agustus 2018 lalu.

Pemilik gudang Arfan melakukan perlawanan dengan melakukan gugatan di PN Mojokerto, namun ditolak. Setelah pemohon menang, PN Mojokerto akhirnya melakukan eksekusi pengosongan terhadap sebidang tanah SHM Nomor 568 Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto seluas 1.993 M2.

Ini setelah pemilik gudang diberikan surat teguran oleh PN Mojokerto. Akhirnya juru sita PN Mojokerto melakukan proses eksekusi atas perintah Ketua PN Mojokerto dalam penetapan Nomor : 5/Eks.HT/2019/PN.Mjk tanggal 17 Desember 2019. Penyewa gudang meminta waktu pengosongan, namun juru sita tetap melakukan eksekusi.

Barang-barang yang ada di dalam gudang langsung diangkut para pekerja gudang kerajinan rotan tersebut. Puluhan pihak kepolisian dari Polres Mojokerto dan anggota Koramil Ngoro turun mengamankan jalannya eksekusi gudang. Saat ini, penyewa gedung melakukan gugatan ke pemilik gudang namun tidak mempengaruhi proses eksekusi.

Juru sita PN Mojokerto, Heni Puspita mengatakan, pihaknya sebagai pelaksana dari penetapan Ketua PN Mojokerto tanggal 17 Desember 2019. “Yang pada intinya untuk melaksanakan eksekusi pengosongan. Dimana ini sempat tertunda karena adanya perlawanan dari beberapa pihak,” ungkapnya.

Ada tiga kali perlawanan dan sudah berkekuatan hukum tetep semua. Masih kata Heni, dimana ada satu penyewa dari termohon masih terdaftar dalam perkara yang masih dalam proses. Eksekusi pengosongan gudang kerajinan rotan tersebut berdasarkan lelang dengan pemenang atas nama Sutijo Sugeng dengan nilai lelang Rp1,3 milyar.

Sementara itu, pemohon eksekusi, Davy Hindranata mengatakan, jika kliennya membeli gudang dari objek lelang di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. “Setelah tahun 2018, kita berproses mencari solusi namun tidak ada. Pihak pemilik gudang sempat menggugat kami 3 kali di PN Mojokerto dan di tingkat PN sudah inkrah,” katanya.

Namun ada gugatan juga di PN Surabaya yang juga sudah berkekuatan hukum tetap. Eksekusi berjalan lancar tanpa perlawanan dengan pengamanan dari pihak kepolisian dan TNI. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar