Peristiwa

Kakak Beradik Pembuat Video Telur Palsu Kediri Tak Diproses Hukum

Kediri (beritajatim.com) – Pasca beredarnya video yang memperlihatkan temuan telur ayam diduga palsu secara luas di wilayah Kediri sekitarnya, Polres Kediri Kota langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi bersama dinas terkait juga menguji sampel telur.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Iptu Girindrawardhana mengatakan, dari hasil pengujian, dipastikan telur yang dibeli oleh Linda Agustini, warga Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri dari PK-5 di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri tersebut asli. Terkait perubahan bentuk telur menjadi beku, menurutnya, karena faktor penyimpanan di lemari pendingin.

Masih kata kasat reskrim, Kepolisian tidak memproses hukum masalah tersebut, karena tak ada pihak yang dirugikan. Selain itu, pembuat sekaligus pengunggah video viral telur diduga palsu telah menyampaikan klarifikasinya. Kakak beradik tersebut meminta maaf kepada masyarakat karena ulahnya membuat resah. “Hari ini kita klarifikasi untuk mematahkan video viral dugaan telur palsu,” kata Iptu Girindrawardhana.

Dirinya mengaku, sebelum memastikan jika telur tersebut adalah asli, pihaknya telah berkordinasi terlebih dahulu dengan Intansi terkait, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri.

“Sudah kita cek di laboratorium, ini adalah telur asli yang keluar dari ayam. Kemarin sempat ada indikasi awal, bahwa telur yang dimaksud adalah telur khusus untuk di tetaskan. Kemudian kita periksa saksi, lalu kita telusuri sumber dari telur ini bahwa memang betul ini adalah telur untuk dikonsumsi,” bebernya.

“Dari pihak yang mengunggah video di media sosial telah membuat video klarifikasi tentang berita tidak benar ini. Bahwa mungkin pada proses peletakan, atau penyimpanan telur ini kurang benar. Disimpan di kulkas mungkin suhunya tidak stabil akhirnya telur ini menjadi beku,” jelasnya.

Dalam proses lidik kemarin, Polres Kediri Kota sempat melakukan pemanggilan terhadap si penjual telur di wilayah Doko Kabupaten Kediri. Dalam keteranganya si penjual mengaku mengambil stok telur tersebut dari ayahnya sendiri di wilayah Blitar.

“Si penjual ini ambil telur dari ayahnya sendiri di Blitar. Kita sudah cek disana, memang bukan untuk telur penetasan melainkan telur konsumsi,” Katanya. Telur tersebut mengalami transisi pindah tangan dari penjual ke pembeli dalam hitungan hari tidak terlalu lama.

Setelah berpindah tangan ke pembeli, telur ini kemudian ditaruh ke dalam kulkas selama 10 hari, sebelum lebaran. “Telur itu kemudian dibuka pada hari Minggu ya, jadi tidak terlalu lama. Mungkin kita condong ke tempat penyimpananya saja, yang suhunya tidak stabil lemari es,” tambahnya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar