Peristiwa

Kabur saat Tes Swab di Suramadu, 41 Orang Tinggalkan KTP

Penyekatan di jembatan Suramadu dari sisi wilayah Surabaya.

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto menyebutkan tercatat ads 41 KTP tersita hingga Selasa (8/6/2021). Kartu Tanda Penduduk ini disita lantaran pemilik tak mau mengikuti tes usap atau swab antigen di Jembatan Suramadu, Surabaya. Malah dipastikan mereka lari atau pergi menyelinap dengan meninggalkan KTP tersebut.

“Untuk data terakhir itu masuk ada 41 KTP. Mereka tidak melakukan rapid test ketika masuk operasi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19. Mereka pergi meninggalkan identitasnya saat giliran tes,” jelasnya, Rabu (8/6/2021).

Karena harus disita, kartu tanda kependudukan tersebut kini berada di kantor Satpol PP Kota Surabaya. Jika tidak diambil, petugas Dispenduk Capil akan melakukan pemblokiran. Jika mereka akan mengabil, maka harus menjalani swab tes sesudah itu akan dikembalikan jika negatif. Namun jika positif akan dilakukan karantina.

Eddy memaparkan, jika 41 orang ini membuat laporan bahwa E-KTP hilang, maka tetap tidak dilayani. Baik itu Dinas Kependudukan Kota Surabaya maupun kabupaten lain. Sebab, dengan cara ini pemerintah bisa menekan penyebaran virus.

“Kemarin ada sekitar 2000 orang lebih yang kita lakukan tes, dan hasil positif hingga malam pukul 19.17 WIB, ada 24 orang, mereka sudah kami swab dan kami bawa ke asrama haji. Kalau hasil swab-nya positif, kita akan masukan ke RSL Indrapura,” paparnya.

“Nah yang KTP-nya ditinggal, maka harus jalani tes terlebih dahulu. Karena semua KTP sudah dicatat dan akan dimasukkan ke sistem. Termasuk KTP yang di luar kota, seperti Bangkalan atau Sampang atau kota lainnya,” lanjut Eddy. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar