Peristiwa

Merasa Tidak Bersalah

Joko Pelaku Pembunuhan Herfina Perlu Diperiksa Kejiwaan

Joko Harmanto (26) Pelaku Pembunuhan terhadap Herfina Rama Sari (19)


Ponorogo (beritajatim.com)
– Aksi keji Joko Hermanto (26) yang tega membunuh dua nyawa sekaligus, membuat masyarakat mengutuk dirinya agar di hukum seberat-beratnya. Pasalnya dengan membunuh Herfina Rahma Sari (19) yang sedang hamil 6 bulan, otomatis Joko juga membunuh janin, buat cinta mereka.

”Kondisi kejiwaan harus diperiksa, karena kemungkinan ada masalah terhadap kepribadian tersangka,” kata dokter spesialis kejiwaan RSU Aiysiyah dr Andri Nurdiyana Sari, Minggu (27/7/2019).

Sikap yang dilakukan Joko, kata Andri, menunjukkan gejala gangguan kepribadian. Karena umumnya, seseorang akan merasa bersalah jika melakukan hal-hal yang melanggar norma dan hukum.

Namun lain dengan Joko, pemuda yang sehari-hari berjualan sayur itu mempunyai perasaan yang tak bersalah. Sehingga membuat tersangka melakukan perbuatan yang tak pantas bahkan diluar nalar masyarakat pada umumnya.

”Kalau kita melakukan kesalahan pasti punya perasaan bersalah dan mau menanggung konsekwensi dari kesalahan tersebut,” katanya.

Joko itu tipe orang yang kesulitan dalam mengendalikan diri. Terbukti dari perbuatan sadis yang dia lakukan. Padahal korban merupakan orang terdekat tersangka. Seolah-olah Joko tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap korban.

”Bahkan polisi menetapkan pembunuhan tersebut terencana. Artinya Joko sudah punya keinginan untuk mencabut nyawa korban,” katanya

Selain itu terungkap fakta bahwa pemuda Desa Lembah Kecamatan Babadan Ponorogo tersebut juga mengencani 7 wanita termasuk Herfina selain istri sahnya. Dan itu dilakukan tanpa merasa dosa serta tidak merasa melanggar norma.

”Tersangka tidak memikirkan efek dari perbuatannya. Jelas ini daya nalarnya terganggu,” pungkasnya.(End/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar