Peristiwa

Jenguk Keluarga di Bojonegoro, PDP Covid-19 Meninggal

Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang warga Surabaya meninggal saat menjenguk keluarga besarnya yang ada di Bojonegoro. Sebelum meninggal warga kelahiran Bojonegoro dan pindah ke Surabaya itu sudah berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP).

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, warga Surabaya yang PDP dan meninggal itu sedang menjenguk keluarganya yang ada di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor. Meski sudah ber-KTP Surabaya pemakaman tetap dilakukan di Bojonegoro dengan alasan kemanusiaan.

“Kasus di Simorejo sudah dilakukan pemeriksaan di Surabaya, pasien juga ber-KTP surabaya. Namun karena sisi kemanusiaan sehingga tetap dimakamkan di Bojonegoro,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Sebelum meninggal, pada Selasa siang (21/4/2020), korban berinisial M (47) sempat menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatiekoesomo Bojonegoro. “Yang bersangkutan diantar keluargaya langsung menunju Puskesmas Kanor untuk lapor dan periksa,” ujar Kepala Desa Simorejo Suwanto.

Hasil pemeriksaan di Puskesmas Kanor suhu tubuh korban sedang panas dan mengalami gejala terinfeksi virus corona. Oleh pihak Puskesmas, korban langsung dirujuk ke RSUD Sumberejo. “Dari Sumberejo, kemudian dirujuk lagi ke RSUD Sosodoro Djatiekoesomo Bojonegoro dan dirawat selama dua hari,” ujar Humas Gugus Tugas Covid-19 Bojonegoro, Masirin.

Jenazahnya kemudian dimakamkan sekitar pukul 12.15 WIB di pemakaman umum Desa Simorejo. Proses pemakaman dilakukan dengan prosedur tetap Covid-19. Tampak para petugas medis mengenakan baju hazmat suit lengkap. Selain itu, proses pemakaman juga dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI guna menghindari kerumunan warga, dan mengantisipasi penularan Covid-19.

Sekadar diketahui, saat ini jumlah positif Covid-19 di Bojonegoro secara kumulatif sebanyak delapan orang dan satu meninggal dunia. Orang yang terkonfirmasi positif pada Kamis (23/4/2020) tersebar di Kecamatan Bojonegoro dua orang, Gondang satu orang, Kepohbaru Satu orang.

Empat orang yang positif sebelumnya di Kecamatan Gondang, Purwosari, Trucuk dan Balen. Sementara jumlah Orang dengan Resiko (ODR) sebanyak 35.595 orang, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 184 orang. Sedangkan Orang dalam Pantauan (ODP) hari ini sebanyak 35 orang dan PDP bertambah tiga orang. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar