Peristiwa

Jenazah Mirip Thoriq Ditemukan, Begini Persiapan Keluarganya di Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kabar SAR Wanadri, Gema Mahapeta Universitas  Bondowoso (GMPT), Relawan Brigadir Penolong, dan Tim SAR Gabungan, menemukan jenazah seperti Thoriq Rizki Maulidan (14), remaja pendaki Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso yang hilang, membuat keluarga Thoriq di Wonoayu melakukan persiapan prosesi pemakaman.

Keluarga korban dari pihak ibu yang ada di Desa Wonokalang Kecamatan Wonoayu tersebut, sudah mempersiapkan tenda untuk pentakziah, batu nisan yang bertuliskan almarhum Thoriq dan lain sebagainya.

Pihak keluarga juga menginginkan jenazah yang terlihat tersangkut di batang pohon dalam jurang kedalaman sekitar 500 meter itu adalah jasad putra pasangan Arif Subagyo dengan Nur Habibah.

“Jika itu benar jasad Thoriq, semoga lekas bisa dievakuasi dan segera dibawa pulang ke rumah duka di Wonoayu sini,” kata Ali dari pihak  keluarga korban, Jumat (5/7/2019).

suasana rumah duka di Desa Wonokalang Kec. Wonoayu

Di tengah persiapan keluarga dalam soal perencanaan pemakaman korban di makam desa setempat, keluarga, sanak family dan para tetangga korban juga banyak yang datang bertakziah di rumah almarhum.

Evi tetangga korban menceritakan, ibunya korban dulu tinggal di Wonokalang. Setelah diterima menjadi PNS di Bondowoso, akhirnya punya tempat tinggal di Bondowoso.

“Korban termasuk anak yang baik dan cerdas. Keluarga korban juga sangat baik terhadap siapapun. Orang tua dan kakek korban dari keluarga orang baik,” puji dia.

Seperti diberitakan, Thoriq dinyatakan hilang di Gunung Piramid sejak Selasa (25/6/2019) lalu. Hingga pencarian Jumat (5/7/2019), sekitar pukul 14.00 WIB, di wilayah yang dikenal dengan nama ‘punggung naga’ Gunung Piramid itu, Tim SAR melihat jenazah seperti ciri-ciri pakaian Thoriq.

Posisinya jenazah ada di jurang sebelah kanan jalur pendakian. Pasca terlihatnya ada jenazah tersebut, petugas di Pos 1 bersama dengan tim lainnya untuk bersiap akan melakukan evakuasi yang akan dilakukan pada Sabtu (6/7/2019) pagi.

Batu nisan yang sudah tertera tulisan nama Thoriq Rizky AM

Seperti diketahui, sebelum musibah terjadi, empat orang siswa SMP melakukan pendakian menuju puncak Gunung Piramid, Minggu (23/6/2019) 05.00 WIB.

Semula Thoriq naik menuju puncak bersama tiga orang rekannya. Sebelum sampai puncak, satu rekan Thoriq memilih turun karena tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Korban kemudian melanjutkan pendakian bersama dua orang rekannya. Tidak sampai ke puncak, niat mereka menuju puncak pupus.

Seorang saksi atau pendaki lain melihat dua teman korban berlari sambil memberi peringatan jalur di atas licin. Dua teman Thoriq itu turun sudah tanpa keberadaan korban.

Sesampai di bawah dua teman korban tidak berhasil menemukan Thoriq. Mereka kemudian bergegas melaporkan musibah itu kepada warga sekitar. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar