Peristiwa

Jenazah Henry Boomerang Disemayamkan di Kalongan Kidul Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh keluarga ketika Hubert Henry Limahelu bassir band Boomerang jatuh tak sadarkan diri hingga meninggal di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya, Sabtu (24/4/2021).

John Fitzgeraald Limahelu, kakak pertama sang bassist legend di temui di rumah duka di jalan Kalongan Kidul, Surabaya ini menceritakan jika pada selasa minggu lalu tiba-tiba usai makan dan minum di rumah rekannya ia tersedak,kejang dan jatuh tak sadarkan diri.

Lalu oleh sang rekan-rekan dibawalah Hendry ke rumah sakit dan dilakukan tindakan operasi pembuluh darah, sempat membaik namun Tuhan berkata lain. Henry menghembuskan nafas terakhirnya di usia 53 tahun.

“Waktu di rumah tidak ada gejalan apapun cuma pamitan mau ke rumah temannya kumpul-kumpul. Namun sampai disana ia makan bareng dan minum ternyata setelah minum ia tersedak dan kejang kemudian tidak sadarkan diri. Baru dilarikan ke rumah sakit sempat operasi membaik tapi tidak ada umur. Tidak ada riwayat sakit cuma ada bronkitis tapi itu baru tahu juga,” ungkap John Fitzgeraald.

Diceritakan oleh sang kakak, sebelumnya Henry tinggal di Manado bersama sang istri dan anak kedua dan ketiga. Namun bulan November ia bersama sang istri dan anak kembali ke Surabaya karena ingin merayakan natal bersama keluarga.

Diketahui Henry adalah personil terakhir yang masih bertahan di Boomerang, namanya melejit di era tahun 90 an lewat band yang di gawangi oleh John Paul Ivan a.k.a. ‘JPI’ (gitar), Roy (vokal), Pet Agusty (drum) dengan lagu hitsnya Gadis Exstravagansa dan Pelangi. [way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar