Peristiwa

Jember Zona Oranye, Jemaah Salat Id Dibatasi 15 Persen

Jember (beritajatim.com) – Masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur, diperkenankan menggelar salat Idul Fitri berjamaah tahun ini. Namun jumlah jemaah dibatasi hanya 15 persen dari kapasitas maksimum.

Hal ini dikemukakan Bupati Hendy Siswanto, dalam acara sosialisasi dengan takmir masjid, di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (10/5/2021). “Kita wajib berikhtiar dan berusaha semaksimal mungkin, juga menguji kesabaran, untuk sunnah salat Id agar bisa diberjalan dalam kondisi pandemi Covid-19,” katanya.

Sesuai surat edaran Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 10 Mei 2021, salat Idul Fitri dilaksanakan berdasarkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat rukun tetangga sebagaimana diatur dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Warga di wilayah yang masuk zona merah melaksanakan ibadah salat id di rumah masing-masing. Salat id di wilayah zona oranye hanya diperkenankan diikuti jemaah tidak lebih dari 15 persen kapasitas tempat. Sementara untuk salat id di wilayah zona kuning dan hijaun diikuti jemaah tidak lebih dari 50 persen kapasitas tempat.

“Alhamdulillah di Jember tidak ada zona merah. Di Jember ini zona oranye semuanya. Ada sebagian kuning sedikit. Kami berharap kita sepakati bahwa seluruh masjid, musala, dan lapangan cukup jumlah jemaahnya 15 persen dari kapasitas yang ada,” kata Hendy.

Panitia salat id wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan tugas penanganan Covid-19, dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zona. Mereka juga diminta menyiapkanm tenaga pengawas untuk memastikan agar protokol kesehatan dijalankan.

Pelaksanaan salat id berjemaah memang harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Panitia salat juga diminta menggunakan alat pengecek suhu (thermogun) untuk memastikan kesehatan tubuh jemaah yang hadir. “Warga lanjut usia, orang dengan kondisi kurang sehat, baru sembuh dari masjid atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan,” kata Hendy.

Seluruh jemaah diwajibkan membawa masker, membawa tempat untuk alas kaki dan sajadah selamat salat id dan menyimak khotbah. Khotbah Idul Fitri dilaksanakan paling lama 10 menit dan imam salat diminta agar membaca surat-surat pendek. Mimbar yang digunakan dalam salat id di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara jemaah dan khatib.

“Setelah selesai pelaksanaan salat id, jemaah kembali ke rumah masing-masing dan menghindari jabat tangan atau bersentuhan secara fisik,” kata Hendy. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar