Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Jembatan Suramadu Sisi Surabaya dan Bangkalan Ditutup Saat Malam Tahun Baru

Bangkalan (beritajatim.com) – Untuk mengantisipasi adanya kerumunan dengan jumlah besar, Polres Bangkalan bersama Polres Tanjung Perak Surabaya akan menutup Jembatan Suramadu selama dua jam. Penutupan dilakukan pada 31 Desember 2021 pukul 23.00 WIB hingga 1 Januari 2022 pukul 01.00 WIB.

Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Abdul Aziz Sholahuddin menuturkan, penutupan total akan dilakukan selama dua jam untuk seluruh kendaraan. Namun demikian, kendaraan darurat seperti ambulance dan pemadam kebakaran tetap dapat melintas.

“Sejauh ini rencana itu belum ada perubahan. Sehingga, kami mulai sosialisasi dari jauh-jauh hari agar pengguna jalan bisa mengantisipasi. Sebab akan ditutup total, kecuali kendaraan darurat. Untuk kendaraan logistik nanti situasional,” jelasnya, Minggu, (19/12/2021).

Selain itu, ia menyebut akan melakukan pengetatan para pengendara yang akan melintas di Jembatan Suramadu sejak pukul 22.00 WIB. Hal itu dilakukan agar tak terjadi kerumunan di Suramadu selama malam tahun baru.

“Tentu kami bersama Polres Tanjung Perak akan melakukan pengetatan baik yang akan ke Surabaya ataupun sebaliknya,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan akan menyiapkan personil untuk bersiaga di akses jalan Jembatan Suramadu selama tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tak terjadi perayaan tahun baru di lokasi tersebut.

Sementara itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak ASDP Pelabuhan Kamal untuk dilakukan pengoperasian armada hingga 24 jam. Sehingga, bagi masyarakat yang ingin tetap melintas bisa menggunakan kapal.

“Dipersilahkan bagi yang ingin melintas, kami sudah lakukan komunikasi dengan pihak terkait. Informasinya begitu (24jam dibuka),” jelasnya.

Meski begitu, ia mengimbau agar masyarakat tak melakukan perayaan tahun baru secara berlebihan. Hal itu perlu dilakukan agar penyebaran Covid-19 tak lagi terjadi dan tak ada gelombang lanjutan.

“Kami mengimbau agar masyarakat dirumah saja bersama keluarga. Melandainya kasus jangan membuat kita lengah sebab varian baru sudah muncul. Sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan,” tandasnya.[sar/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar