Peristiwa

Jembatan Putus, Warga di Mojokerto Bangun Jembatan Bambu

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto bersama warga dan TNI membangun jembatan bambu. Jembatan sementara tersebut dibangun lantaran jembatan penghubung tiga kabupaten tersebut putus, Kamis (1/4/2021) lalu.

Tanah penahan jalan poros desa di sisi utara jembatan yang sebelumnya tergerus air hujan, akhirnya ambrol karena tak kuat menahan derasnya air hujan. Karena jembatan yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto, Gresik dan Lamongan ini putus, warga harus memutar sejauh 3 KM.

Kepala Desa (Kades) Gunung Sari, Susanto membenarkan, pembangunan jembatan bambu tersebut dilakukan pada, Rabu (7/4/2021) kemarin. “Warga, BPD, TNI bangun jembatan bambu di samping kiri jembatan yang ambruk. Swadaya, antara desa dan warga,” ungkapnya, Kamis (8/4/2021).

Masih kata Kades, pembangunan jembatan bambu tersebut setelah ada izin dari pemilik perkarangan. Ini lantaran jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 1 meter tersebut dibangunan diantar perkarangan rumah warga. Lokasinya berada di sisi barat dari jembatan sebelumnya.

“Karena harus lewat perkarangan warga sehingga setelah ada komunikasi dengan pemilik lahan dan diizinkan, kemarin kita bangun. Pembangunnya harus membongkar sedikit pondasi pemilik tanah, nanti setelah jembatan dibangun akan kita kembalikan,” katanya.

Pembangunan sementara dilakukan karena saat ini warga Desa Gunungsari mayoritas petani sedang panen padi dan cabai. Sementara setiap hari warga juga harus memutar sejauh 3 KM untuk mencari rumput yang digunakan sebagai pakan ternak. Ditambah pembelajaran tatap muka sudah mulai dilakukan.


“Kasihan warga kalau harus memutar 3 KM, ini juga beda jalan dengan jembatan lama tapi hanya mutar 20 menit. Nanti juga akan kembali ke jalan desa. Jembatan ini bisa dilakukan kendaraan roda dua, tapi tidak roda empat. Jembatan yang lama, jalan kaki saja sudah tidak bisa sekarang,” ujarnya.

Kades menambahkan, meski jembatan tersebut diperkirakan bertahan dua bulan namun tetap dilakukan pemantauan jika ada bambu yang rusak. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mojokerto menjanjikan bulan Mei 2021, lelang jembatan sudah dilakukan.

“PU kemarin juga datang menawarkan bego karena lelang baru bisa dilakukan satu bulan lagi. Rencananya akan dipasang lampu karena di sekitar jembatan licin saat hujan, rencana akan diuruk. Kita juga berikan peringatan di jembatan lama dan pemberitahuan di jembatan yang baru,” tambahnya.

Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Desa Gunungsari sekitar 1 ribu, sementara warga yang terdampak yakni di Dusun Sumberdadi, Desa Sumberdadi sebanyak 350 KK. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar