Peristiwa

Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400 Diduga Tempat Pembuangan Mayat Bocah di Mojokerto

Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, lokasi penemuan mayat Ardio Wiliam Oktavianto (13). [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, perbatasan Kecamatan Kemlagi dan Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto diduga merupakan tempat pembuangan mayat Ardio Wiliam Oktavianto (13). Ini berdasarkan tidak adanya bercak darah di lokasi.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Dari olah TKP didapatkan, ada luka di pelipis sebelah kanan dan kepala bagian belakang agak dalam,” ungkapnya, Kamis (30/1/2020).

Masih kata Kapolresta, untuk mengetahui penyebab kematian korban apakah ada dugaan pembunuhan dan sebagainya akan dilakukan otopsi. Pasalnya, di lokasi penemuan mayat tidak ditemukan bercak darah sehingga diduga lokasi penemuan mayat merupakan tempat pembuangan mayat.

“Tidak ditemukan darah. Sementara dugaan kita seperti itu (lokasi pembuangan), namun untuk lebih pastinya lagi penyebabnya karena jatuh atau sebab lainnya kita sama-sama menunggu hasil otopsi. Mungkin hari ini langsung di otopsi. Otopsi akan dibawa ke Surabaya karena disini tidak bisa,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka menambahkan, kondisi mayat ditemukan ada luka di bagian kepala. “Luka di kepala sebagai acuan penyelidikan. Apa luka karena benturan benda tumpul atau hal lain, misal jatuh atau hal lain. Kalau ada kekerasan, akan kita tindaklanjuti,” ujarnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar