Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Jembatan Gladak Perak Putus, Begini Analisa Zeni Tempur TNI AD

Lumajang (beritajatim.com) – Sejumlah alat berat milik TNI AD Zeni Tempur V baru saja tiba di wilayah Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021) petang ini. Ada 3 unit backho dan 2 traktor dan sejumlah dump truk Zipur yang nantinya, akan membantu proses pemulihan pasca erupsi Semeru.

Tim Zeni Tempur V juga sempat melihat dari dekat Jembatan Besuk Koboan alias Gladak Perak di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Minggu (5/12/2021) siang. Jembatan ini dibangun Belanda sejak tahun 1900an.

“Kami survey disini, mengecek jembatan yang putus. Hasil analisa kami untuk pemasangan jembatan darurat, masih kurang dimungkinkan. Namun saat ini kami masih mencari cara bagaimana jembatan ini bisa digunakan lagi. Karena kita hanya membuat jembatan sementara ya,” ungkap Mayor Muhammad Wirawan, Wadanyon Zeni Tempur V Kepanjen, Minggu (5/12/2021) dilokasi jembatan putus.

Kata Wirawan, jembatan darurat tidak bisa dilakukan, kenapa? Karena dari analisanya di lokasi, pertama medan pendorongan untuk membuat jembatan darurat sangat pendek dan sempit.

“Selain pendek dan sempit, pada bagian tepi jauhnya juga sangat pendek, terlalu mentok dengan tebing jauh. Sehingga untuk pendorongan hidung pembantu itu tidak cukup untuk melaksanakan pembongkaran. Karena untuk hidung pembantu itu panjangnya kurang lebih harus separuh dari panjang jembatan itu sendiri. Lalu kedalaman jembatan juga sangat berpengaruh,” beber Wirawan.

Ia melanjutnya, kedalaman jembatan Gladak Perak yang terputus ini, kedalamannya jni kurang lebih 70 meter lebih. Sementara panjang jembatan 192 meter. “Dengan bentangan seperti itu membutuhkan pilar kurang lebih tiga titik untuk pilar. Nah kendalanya adalah untuk pemasangan ini tidak memungkinkan karena jembatan lama pun tidak ada pilarnya yang dibangun 1900an itu,” urainya.

Wirawan menambahkan, analisa kedua yang ia lihat di lokasi, bangunan baru pada jembatan itu posisi pilarnya melengkung. “Sehingga kenapa gak ada pilar, karena kondisi dibawah tidak memungkinkan. Karena ada lahar dingin yang terlalu curam dan bisa merusak jembatan,” Mayor Wirawan mengakhiri. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar