Peristiwa

Jembatan di Bangkalan Ambruk, Camat Geger Minta Bantuan Pemkab

Lokasi jembatan di Bangkalan yang ambruk

Bangkalan (beritajatim.com) – Jembatan penghubung antara desa Kombangan dan Desa Dabung Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan ambruk, dua hari lalu.

Camat Geger, Muhammad Syafii mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permintaan bantuan pembangunan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Sebab, jalan dan jembatan tersebut masuk kewenangan kabupaten.

“Kami sudah ajukan ke Pemkab untuk bisa dibangun lagi. Hari ini pengajuan kami kirimkan,” terangnya, Senin (1/3/2020).

Jembatan penghubung itu diketahui sudah berumur lebih dari 15 tahun. Kini untuk mengantisipasi adanya masyarakat melintas, polisi beserta warga setempat memasang plang larangan melintas dan juga menaruh bambu di bibir jembatan.

“Sesuai arahan pak Kapolres, kami pasang rambu larangan melintas dan juga menaruh bambu disana agar warga mengetahui jika jalan tersebut tidak bisa dilewati. Hal itu sebagai upaya kami untuk mencegah adanya kecelakaan di jembatan tersebut,” ujar Kapolsek Geger, AKP Bidaruddin.

Ia menambahkan, pada saat kejadian jembatan ambruk pihaknya juga melakukan evakuasi terhadap satu buah mobil yang melintas. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, anggota komisi C DPRD Bangkalan, Suyitno mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PU Bina Marga untuk merencanakan perbaikan jembatan akan menggunakan dana cadangan bencana.

“Tadi pihak PU dan BPBD sudah survei ke lokasi. Dan tim konsultan memperkirakan perlu anggaran Rp 450 – Rp 500 juta,” tegasnya.

Diperkirakan, pengerjaan pembangunan jembatan akan dilakukan pada April. Sebab, dengan kondisi cuaca yang masih diselimuti hujan lebat, pembangunan sulit dilakukan karena arus sungai dibawah jembatan cukup deras.

“Secepatnya akan kita lakukan perbaikan karena jembatan itu merupakan akses penghubung antar desa,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar