Peristiwa

Jembatan Beton Hancur, Warga Terdampak Banjir Jombang Bangun Jembatan Darurat

Warga DEsa Brodot gotong-royong membangun jembatan darurat di atas Sungai Konto, Selasa (16/2/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Warga Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang bernafas lega. Hal itu menyusul selesanya pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara swadaya. Jembatan itu berbahan bambu.

Jembatan antardesa tersebut diresmikan pada Rabu (17/2/2021). Warga berkumpul di sekitar jembatan yang panjangnya sekitar 20 meter. Perangkat desa menyampaikan sambutan, kemudian ditutup dengan doa. Terakhir warga menikmati tumpeng yang sudah disiapkan. Semua berlangsung guyub dan rukun.

Kasi Pemerintahan Desa Brodot, Wafir Wali mengatakan, pembangunan jembatan darurat tersebut terpaksa dilakukan. Sebab jembatan yang lama hancur diterjang banjir. Hal itu menyusul peningkatan debit air di Sungai Konto yang pesat, hingga menyebabkan banjir di enam desa. Termasuk Dusun Delik, Desa Brodot juga ikut tergenang.

Awalnya, jembatan beton itu roboh penyangganya. Hal itu mengakibatkan jembatan miring dan nyaris putus. Pemerintah desa menutup jembatan tersebut agar tidak dilewati. Karena kondisinya sudah membahayakan. Nah, dua hari lalu, jembatan yang menghubungkan Delik Utara dan Selatan tersebut ambruk.

Sehingga warga yang akan ke dusun sebelah harus memutar sejauh 5 kilometer. Apalagi, Pemkab Jombang baru membangun jembatan tersebut pada 2022. “Akhirnya kami sepakat membangunan jembatan darurat,” kata Wafir Wali, Rabu (17/2/2021).

Perangkat Desa Brodot menjajal jembatan darurat yang selesai dibangun, Rabu (17/2/2021)

Mulai Senin kemarin, pembuatan jembatan darurat dikebut. Potongan bambu didatangkan. Warga juga menutup ujung yang akan digunakan jembatan menggunakan tanah uruk. Warga lainnya membelah bambu, lalu menganyamnya. Anyaman bambu tersebut digunakan untuk permukaan jembatan.

Sedangkan sisi kanan kiri jembatan, dipasang bambu gelondongan untuk pegangan. Jerih payah warga berbuah manis. Jembatan yang dibangun secara swadaya tersebut akhirnya kelar dan bisa digunakan. Kini, warga tak lagi berputar sejauh 5 kilonmeter jika ingin ke desa tetangga.

“Tiang penyangganya kita pakai kayu gelondongan. Alhamdulillah, setelah dua hari melakukan gotong royong dan memeras keringat, jembatan bambu ini ahirnya bisa dilalui,” kata Wafir sembari mengatakan bahwa banjir di Dusun Delik juga sudah surut sepekan kemarin. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar