Peristiwa

Jembatan Ambles, Akses Mobil Terhambat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua jembatan yang berada di Desa Ngampel, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro ambles. Sayap penahan jembatan juga retak. Akibatnya, akses kendaraan bermotor roda empat terganggu.

Camat Ngraho Moh Saipurrohim mengatakan, amblesnya jembatan itu akibat tanah longsor yang diterjang banjir setelah terjadi hujan deras. Jembatan yang berada di Dusun Ngampel, RT 23 RW 9 itu menghubungkan Desa Jumok. “Longsoran ukuran 3 x 4 meter, sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda empat,” ujarnya Kamis (2/1/2020).

Dampak amblesnya jembatan itu, arus lalu lintas orang dan barang menuju Dusun Ngampel dan Ketangi terganggu. Sementara badan jembatan yang bisa dilewati tinggal sekitar 2,5 X 12 meter. “Pembangunan jembatan itu terakhir dilakukan 15 tahun yang lalu,” ungkapnya.

Jembatan yang ambles juga berada di Desa Pandan, RT 01 RW 01. Jembatan tersebut terputus dengan sayap jembatan berukuran 3 X 13 meter. Selain itu terjadi keretakan pada badan jembatan. Sedangkan lalu lintas masih normal.

“Sementara memberi tanda batas lalu lintas orang atau barang dan kerja bakti Pemdes bersama masyarakat setempat,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Umar Ghoni. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar