Peristiwa

Imbas Covid-19

Jelang Ramadan, Tradisi Ziarah Makam di TPU Gresik Sepi

Gresik (beritajatim.com) – Imbas pandemi Covid-19, tradisi ziarah makam menjelang Bulan Suci Ramadan di sejumlah tempat pemakamam umum (TPU) di wilayah Kabupaten Gresik terpantau sepi.

Pantauan di lapangan, di TPU Tlogopojok yang berada di Jalan Gubernur Suryo Gresik sepi peziarah. Padahal lokasi tersebut merupakan salah satu TPU terbesar di Kota Gresik. Bahkan, di pintu masuk TPU tersebut ada banner dan papan bertuliskan ‘Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Kawasan Ini Ditutup’.

Selain ada pemberitahuan melalui pengumuman itu, kawasan TPU Tlogopojok Gresik juga dijaga beberapa aparat dari Polsekta serta Koramil Kota Gresik. Kondisi tersebut juga berdampak pada pedagang bunga. Pasalnya, mereka sangat berharap ada pemasukkan dari pembeli. Kini tak seramai tahun sebelumnya. “Sekarang sepi, karena ada virus corona,” ujar Siti Marmah (60, salah satu pedagang bunga, Minggu (19/4/2020).

Sepinya peziarah, diakui Siti Marmah, terjadi sejak tiga minggu terakhir. Dalam sehari, dia hanya mampu menjual satu keranjang bunga dengan harga Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu. “Kalau sepinya dari tiga minggu lalu. Kadang seharian penuh tidak ada yang beli. Kalau pun ada yang beli paling cuma satu atau dua orang,” paparnya.

Dirinya menyadari sepinya peziarah karena banyak orang yang takut beraktivitas ke luar rumah di tengah wabah virus corona (Covid-19). Kondisi ini merupakan yang terparah selama empat tahun Siti Marmah berjualan bunga. “Ini paling parah selama jualan, padahal empat hari lagi mau ramadan,” tuturnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Rochadi (47) yang berprofesi sebagai tukang labur (mengecat) makam. Dampak pandemi Covid-19 ini menyebabkan pendapatan sampingan dari melabur makam sirna. Itu karena kawasan TPU Tlogopojok ditutup.

“Mau gimana lagi, TPU Tlogopojok ditutup. Tahun lalu kerjaan sampingan cukup lumayan. Satu hari bisa dapat Rp 50 ribu. Skali melabur makam dihargai Rp 10 hingga 15 ribu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kapolsekta Gresik AKP Inggit Prasettyanto mengatakan, penutupan TPU tersebut untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, di makam tersebut bisa menimbulkan kerumunan massa. Padahal, hal ini sudah dilarang oleh pemerintah.

“Gresik sudah masuk zona merah pandemi Covid-19. Kami mengimbau agar warga tetap mendoakan dari rumah dan jangan menimbulkan kerumunan,” tandasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar