Peristiwa

Jelang Ramadan, Seluruh Kegiatan Masjid Cheng Ho Dialihkan Lewat Daring

Surabaya (beritajatim.com) – Dampak Covid -19, penerapan kebijakan baru diberlakukan oleh Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, di Jalan Gading, Surabaya. Meski masjid ini menjadi salah satu tujuan wisata religi pada saat Bulan Ramadhan tahun ini berbagai kegiatan rutin di sini terpaksa tidak digelar lantaran merebaknya virus corona atau COVID-19.

Saat ini saja, praktis pihak pengurus masjid hanya menggelar salat lima waktu berjemaah saja. Sementara untuk Salat Jumat tidak lagi dilaksanakan sejak adanya imbauan dari pemerintah soal larangan pengumpulan massa.

“Kita mengadakan salat lima waktu saja, kalau sifatnya mendatangkan massa banyak ditiadakan, kita menuruti undang-undang pemerintah,” ujar Ketua Harian Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Hasan Bisri, Selasa (21/4/2020).

Selain Salat Jumat, rencananya untuk Salat Tawarih pada Bulan Ramadan tahun ini jiga tidak digelar. Mengingat jemaah yang salat di masjid yang punya arsitektur khas Tiongkok ini selalu membludak sampai di halamannya.

“Salat Tarawih kita mengikuti aturan pemerintah, jadi seperti itu (tidak digelar),” ucapnya.

Sedangkan terkait giat buka puasa bersama (bukber), Masjid Cheng Ho Surabaya juga tidak menyediakannya. Karena berpotensi mengumpulkan masjid. Maka dari itu untuk menyiasatinya, hidangan buka puasa yang disediakan disalurkan ke Panti Asuhan dan rumah warga secara door to door.

“Kalau buka bersama kita membagikan ke rumah rumah yang membutuhkan. Ke yayasan panti asuhan yang membutuhkan,” kata Hasan.

Sementara untuk pengajian selama Bulan Ramadan, lanjutnya, masih tetap digelar. Tapi skemanya berbeda, yang datang ke masjid hanyalah kiai atau ustaz. Jemaah dapat nonton langsung di channel YouTube masjid.

“Itu bisa diakses di YouTube Masjid Cheng Ho,” ucap dia.

Untuk Salat Idulfitri, Hasan masjid belum bisa memastikannya. Pihak masjid menunggu perkembangan penanganan COVID-19 dari pemerintah. Yang jelas terkait acara masih akan disiapkan. Saat ini saja, khotib sudah ditunjuk.

“Salat Idul Fitri, seandainya COVID-19 selesai pada waktu dekat ini kemungkinan kita kembali normal. Semua jadwal sudah diatur, karena keadaan seperti ini kita ikuti aturan pemerintah,” dia menjelaskan.

Kegiatan rutin yang dilakukan pihak masjid ialah penyemprotan disinfektan secara rutin. Selesai salat jemaah lima waktu, masjid langsung disterilisasi. Di sekitarnya juga sudah diterapkan protokol kesehatan. Seperti penyediaan sabun untuk cuci tangan dan hand sanitizer. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar