Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Jelang Ramadan, Ketua Bamusi Malang Desak Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

Ketua Baitul Muslimin (Bamusi) Indonesia Kabupaten Malang, H.Abdurahman

Malang (beritajatim.com) – Terhitung 26 hari lagi umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadan. Ditengah naiknya sejumlah komoditi pangan hingga kelangkaan minyak goreng bersubsidi, Ketua Baitul Muslimin (Bamusi) Indonesia Kabupaten Malang, H.Abdurahman, mendesak pemerintah segera melakukan langkah antisipatif.

Menurut Abah Dur sapaan akrabnya, harga komoditas pangan saat ini mengalami kenaikan. Hal itu di perparah dengan stok minyak goreng bersubsidi dari pemerintah dengan harga Rp 14 ribu, susah di dapat.

“Sebelum Ramadan biasanya harga sembako pada naik nih. Nah kami melihat pemerintah harus jemput bola. Pemerintah punya kontrol agar saat Ramadan, harga kebutuhan pokok dan pangan bisa dikendalikan, sehingga tidak menyusahkan masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Abah Dur, Selasa (8/3/2022).

Khusus minyak goreng, lanjut dia, ada baiknya harga subsidi yang diberikan pemerintah, untuk ditinjau kembali. Mengingat, harga minyak goreng murah namun tidak ada barangnya, hal ini justru membuat masyarakat kelimpungan.

“Kita punya satgas pangan, artinya pemerintah melalui Satgas Pangan ini bisa dimaksimal. Kalau memang ada penimbun minyak goreng atau kebutuhan pangan lainnya, harus ditindak tegas. Pemerintah tidak boleh kalah dengan mafia pangan,” ujarnya.

Abah Dur melanjutkannya, kebutuhan sembako murah saat ini begitu dinanti masyarakat. Terlebih, perputaran ekonomi ditengah Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, membuat sejumlah komoditas pangan melonjak tajam.

“Ramadan tahun ini kurang beberapa pekan lagi. Masyarakat butuh kepastian ketersediaan bahan pangan stoknya ada, murah dan terjangkau. Hanya ini sebenarnya keinginan masyarakat,” paparnya.

Abah Dur menguraikan, mahalnya sejumlah komoditi pangan hingga kelangkaan minyak goreng bersubsidi, harus menjadi pelajaran pemerintah dan segera dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Jika memang stock bahan pangan ada yang menimbun, pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas. Karena mafia pangan ini, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kasihan rakyat, ditengah pandemi Covid-19, mereka harus antri untuk membeli minyak goreng,” kata Abah Dur.

Abah Dur menambahkan, bisa saja kelangkaan minyak goreng dan mahalnya sejumlah harga pokok seperti cabe, telor hingga daging saat ini, ulah dari kelompok tertentu. “Jangan-jangan ada barisan yang sengaja ingin mengacaukan bahkan menjatuhkan Jokowi itu sendiri. Karena sekarang sudah masuk tahun tahun politik,” kata Abah Dur mengakhiri. [yog/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar