Peristiwa

Jelang Puasa, Tradisi Nyekar Tumbuhkan Penjual Dadakan

Suasana tempat pemakaman umum Ngagel Rejo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang puasa tradisi nyekar membuat kebutuhan bunga meningkat. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah warga baik yang berada disekitar pemakaman maupun sepanjang jalan menuju ke pemakaman.

Hal ini dikarenakan menjelang Bulan Suci Ramadhan umat muslim melakukan nyekar (tabur bunga). Ziarah kubur ke makam untuk mendoakan mendiang keluarga dan kerabat mereka.

Seperti suasana tempat pemakaman umum Ngagel Rejo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). Banyak masyarakat dari kaum muda hingga tua mendatangi makam ini. Oleh sebab itu masyarakat di sekitar pemakaman pun memanfaatkan momentum ini untuk membeli bunga dan kembali menjual bunga tersebut di sekitar pemakaman.

“Kalau dulu hanya beberapa orang yang menjual bunga atau memang Mereka berprofesi menjual bunga saja. Berbeda dengan sekarang ada warga yang juga mencoba untuk membuka usaha dengan menjual bunga seperti ini. Jadi sekarang lebih banyak orang yang menjual bunga,” jelas Lastri penjual bunga.

Suasana tempat pemakaman umum Ngagel Rejo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). (Manik Priyo Prabowo)

Hampir semua pemakaman umum menjadi fokus perhatian masyarakat muslim yang hendak menjalankan ibadah puasa. Makam Keputih pun tampak ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama umat muslim yang hendak berpuasa ini.

Menurut informasi yang diperoleh beritajatim.com, Mustain (36) ikut menjual bunga karena kebutuhan perekonomian saat ini. Yang tidak bekerja membuat dirinya harus memutar otak agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Oleh sebab itu karena bunga cukup banyak dan bisa dibeli, Ia pun mencoba untuk membuat rangkaian bunga dan juga taburan bunga untuk dijual kembali di sekitar pemakaman Keputih. “Saya baru kali ini menjual dan allhamdulillah dapat lumayan,” ujarnya.

Menurut Mustain, Syahrini ia bisa menjual kurang lebih sekitar 10 kantong plastik bunga tabur. Awalnya ia menjual Al qarnain a-ing spirasi oleh tetangga yang juga menjual bunga disaat menjelang Ramadan seperti ini. Dari 10 kantong plastik tersebut Iya minimal mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 100.000 hingga Rp200.000 selama sehari.

“Allhamdulillah dapat untung lumayan. Penting niat jualan dan cari rezeki hallal ” lanjutnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar