Peristiwa

Jelang Malam Pergantian Tahun, 133 Botol Miras Disita

Razia yang digelar petugas gabungan mendatangi sebuah warung yang ditemukan ratusan botol miras tanpa izin edar. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 133 botol minuman keras (miras) tanpa ijin edar berbagai merk disita petugas gabungan, Senin (30/12/2019). Ratusan botol miras tersebut disita dari sebuah warung di Jalan Empu Nala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Razia gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, TNI, Polresta Mojokerto dan Polisi Militer (PM) tersebut digelar petugas dalam rangka jelang malam pergantian tahun. Ratusan botol miras diamankan dari warung milik Khusnul.

Petugas menyita 133 botol minuman beralkohol berbagai jenis. Terdiri dari 72 botol atau 108 liter arak serta 31 botol bir dan vodka. Miras jenis vodka mempunyai kadar alkohol 40 persen. Petugas juga menyita 30 botol bir dari sebuah karaoke di Jalan Bypass Kota Mojokerto. Total minuman beralkohol yang disita mencapai 133 botol.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, razia cipta kondisi jelang tahun baru 2020 dilakukan di dua lokasi tempat tinggal yang dijadikan pemiliknya untuk berjualan miras tanpa ijin edar dan sejumlah tempat hiburan malam di Kota Mojokerto.

“Razia kali ini, kami ingin memotong peredaran miras supaya yang pernah terjadi tidak terulang. Ratusan botol miras ini, disita karena pedagang tidak mempunyai izin menjual minuman beralkohol. Kedua pedagang dianggap melanggar Perda Kota Mojokerto nomor 3 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum,” ungkapnya.

Untuk pemiliknya jika nantinya diperlukan akan diserahkan ke pihak berwajib, sedangkan miras yang berhasil disita diamankan di kantor Satpol PP Kota Mojokerto. Diketahui, khusnul yang akrab dipanggil Inul ini merupakansalah satu warga yang aktif dalam kegiatan masyarakat di lingkungan Kota Mojokerto. Khususnya kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kota Mojokerto.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsi membenarkan, jika Khusnul merupakan kader PSN Kota Mojokerto. “Ia gitu, salah satunya kader PSN. Sudah gitu juga saya suka lihat, kalau saya lagi penyuluhan-penyuluhan tentang narkoba,” tambahnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar