Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam Kampung di Sumenep Melonjak

Penjual daging ayam di pasar tradisional Sumenep (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Tradisi merayakan lebaran ketupat di Sumenep dengan makanan khas masih cukup kental. Terbukti, pada H-1 lebaran ketupat, penjual ayam di pasar tradisional diserbu pembeli. Harga daging ayam pun mulai melambung.

Harga daging ayam kampung hari ini mencapai Rp 100.000 per kg. Padahal di hari-hari biasa, harga daging ayam kampung berkisar Rp 80.000 per kg. Sedangkan harga daging ayam broiler Rp 44.000 per kg. Harga itu juga naik dibanding kondisi normal, berkisar Rp 38.000 per kg.

Salah satu pengunjung pasar, Ida Arisa mengakui naiknya harga ayam, terutama ayam kampung. Namun karena ini berkaitan dengan tradisi lebaran ketupat, ia pun tetap membelinya meski mahal.

“Ya mau gimana lagi? Sudah tradisi kalau di keluarga kami setiap lebaran ketupat bikin opor ayam dan soto ayam. Saya memang pakai ayam kampung, karena dagingnya lebih gurih dan kesat. Akhirnya ya meskipun mahal, tetap dibeli,” katanya, Rabu (19/05/2021).

Sementara Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi mengakui naiknya harga komoditas daging ayam. Menurutnya, kenaikan harga itu lebih disebabkan tingginya permintaan konsumen.

“Sebagian besar kalau lebaran ketupat besok, menyuguhkan makanan serba ayam. Mangkanya harga daging ayam naik. Kalau daging sapi stabil Rp 120.000 per kg,” ujarnya.

Ia meyakini, apabila permintaan konsumen turun, maka harga daging ayam itupun akan berangsur normal.

Ardiansyah memaparkan, untuk harga komoditas lain relatif normal. Bahkan untuk cabai rawit, harganya kembali turun menjadi Rp 38.000 setelah awal pekan harganya Rp 40.000 per jg.

“Sedangkan untuk harga cabai besar hari ini stabil Rp 35.000. Harga bawang juga tidak berubah. Untuk bawang merah Rp 25.000 per kg, dan bawang putih Rp 24.000 per kg,” terangnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar