Peristiwa

Jebol, Warga di Bojonegoro Gotong Royong Bangun Tanggul Darurat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah warga bergotong-royong membangun tanggul darurat. Warga memperbaiki tanggul di aliran sungai Kali Avour Ingas di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro yang mengalami jebol pada Senin (14/12/2020) malam. Jebolnya tanggul tersebut menyebabkan air mengalir deras ke area persawahan di Desa Gedongarum dan Kedungprimpen.

Sejumlah warga hilir mudik mengusung tanah ke lokasi tanggul yang jebol. Tanah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk membendung luapan air. Agar lebih kuat, warga juga membangun tiang pancang darurat dengan bambu, batang besi, maupun batang pohon pisang.

Kerja bakti tersebut juga dibantu personil TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Bojonegoro. Bahkan Kodim 0813 Bojonegoro dan BPBD menerjunkan masing-masing dua perahu karet untuk mengangkut tanah. Sebab, tanggul yang jebol berada di tengah-tengah sawah dengan akses yang terbatas.

“Kerja kita lebih cepat dengan adanya empat perahu karet dari TNI dan BPBD, karena lokasinya jauh material untuk pengurukan dimuat dengan perahu,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto yang ikut kerja bakti bersama warga.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, proses penanggulangan titik tanggul yang jebol lumayan sulit dan lama. Hal itu akibat tanggul yang jebol terus bertambah dari yang semula 5 meter menjadi sekitar 10 meter. Selain itu kedalamannya juga terus bertambah akibat derasnya air.

“Kita upayakan terus bantu logistiknya seperti karung, terpal dan perahu karet jika masih dibutuhkan,” ujarnya.

Camat Kanor Mahfud mengungkap, Kali Avour Ingas merupakan sungai yang mengalirkan air dari wilayah Kecamatan Sumberrejo dan bermuara di Sungai Bengawan Solo di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno. Kali ini melewati sejumlah desa di wilayah Kanor termasuk Desa Gedongarum, Kedungprimpen dan Desa Temu.

Jebolnya tanggul Kali Avour Ingas ini dikarenakan air dari wilayah hulu tidak bisa masuk ke Sungai Bengawan Solo karena debitnya sedang naik. “Sehingga tekanan air dari hulu terus menumpuk dan menjebol tanggul,” ungkapnya. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar