Peristiwa

Jebakan Tikus Maut, Pemkab Bojonegoro: Harus Ada Metode Lain Usir Tikus

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hama tikus menjadi momok bagi petani saat musim panen. Pasalnya, hewan pengerat yang memakan tanaman petani itu diakui bisa menghabiskan banyak tanaman dalam semalam. Sehingga untuk mengusir tikus, petani memilih jalan pintas dengan memasang jebakan yang dialiri listrik.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo. Dia menyebut, meski sudah sering ada imbauan agar dalam mengusir tikus tidak menggunakan aliran listrik, tetapi para petani tidak menghiraukan. Sebagian besar petani di Desa Tambahrejo Kecamatan Kanor memasang jebakan tikus dengan aliran listrik.

“Sudah sering ada sosialisasi maupun imbauan agar tidak memasang jebakan tikus dengan aliran listrik, karena berbahaya. Tapi mereka mengaku dalam semalam, tikus-tikus itu bisa menghabiskan tanaman, terutama saat musim panen,” jelasnya.

Sementara, adanya empat orang yang masih dalam satu keluarga di Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, yang meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus itu, Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin mengungkapkan agar harus segera ditindaklanjuti dengan menggunakan metode lain untuk membasmi hama tikus.

“Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian agar segera ada tindak lanjut atas kejadian tersebut. Harus ada metode lain dalam membasmi hama tikus, baik dengan Rubuha (rumah burung hantu), gerakan gropyok tikus, dan lain-lain,” ujarnya usai mendatangi rumah duka untuk memberi ucapan bela sungkawa kepada ahli waris, Selasa (13/10/2020).

Sementara atas kejadian tersebut, Polres Bojonegoro hari ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Dua orang yang menjadi tersangka itu, inisial S dan T warga setempat. Keduanya kini ditahan di ruang tahanan Mapolres Bojonegoro. “Sekarang masih kita periksa sebagai tersangka. Nanti perkembangannya akan kami update lagi,” jelas Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan.

Sekadar diketahui, nasib tragis satu kelurga yang meninggal dunia karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yakni, Parno (65) (Ayah), Reswati (55) (Ibu) serta kedua anaknya Jayadi (31) dan Zaenal Arifin (21). Keempat korban ditemukan oleh saksi Warno sekitar pukul 06.00 WIB tergeletak di pematang sawah sudah tidak bernyawa. Keempat korban itu kemudian dimakamkan berjejer di pemakaman umum desa setempat. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar