Peristiwa

Jatuh Puluhan Meter, Pekerja Tambang Batu Kapur di Tuban Tewas

Tuban (beritajatim.com) – Nasib naas menimpa Ngaslan (45), pekerja tambang warga Dusun Tlogopule, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Dia terjatuh dan tewas saat melakukan aktivitas di lokasi tambang batu kapur Dusun Bogor, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding.

Pekerja tambang batu kapur itu tewas dengan kondisi luka parah. Korban jatuh dari ketinggian puluhan meter lantaran alat derek yang digunakan korban putus. Korban sempat berusaha ditolong oleh teman-teman kerjanya untuk dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, Kamis (20/8/2020), peristowa tragis itu terjadi pada Rabu sore kemarin. Ngaslan sedang melakukan aktivitas menganggkat atau memindahkan batu kapur dari dasar tambang dan dinaikan ke atas lokasi dengan ketinggian sekitar 40 meter.

“Korban bekerja di lokasi tambang batu kapur milik kakak kandungnya sendiri yang bernama Sutrisno. Saat itu korban sedang menaikan batu kapur dari bawah atau dari dalam tambang,” terang AKP Edi Purnomo, Kapolsek Semanding.

Untuk mengangkat batu kapur dari dalam tambang, korban menggunakan alat derek yang dibuat secara manual dengan ditarik tenaga listrik. Nanum, saat itu tiang derek yang digunakan mengangkat batu yang terpasang di atas lokasi tiba-tiba putus.

“Karena posisi Ngaslan sangat dekat dengan tiang derek yang patah, korban tidak bisa menghindar dan ikut terseret. Dia terjatuh bersamaan dengan tiang derek yang patah tersebut kedalam galian batu kumbung,” tambahnya.

Mengetahui korban sudah dalam kondisi terjatuh ke dalam lokasi tambang dengan kedalaman puluhan meter itu, sejumlah teman-teman kerja korban berusaha menolongnya. Korban berhasil dievakuasi dari dasar tambang dengan kondisi luka parah. Kemudian hendak dibawa ke rumah sakit oleh teman-teman korban.

“Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Korban mengalami luka retak pada kepalanya dan banyak mengeluarkan darah. Adapun untuk patahnya pangkal tiang derek itu diduga karena tidak kuat menahan beban muatan batu kumbung yang terlalu berat,” pungkasnya. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar