Peristiwa

Jasad Santri yang Terseret Arus Ditemukan Tak Bernyawa

Tim evakuasi sedang melakukan pencarian di lokasi santri yang terseret arus sungai di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tim evakuasi yang mencari Ahmad Nurfaiz Nurul (18) santri asal Dusun Dangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 19.00 WIB, kemarin.

Korban tenggelam karena terseret arus sungai di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro saat menyeberang. Ahmad terseret arus saat menyeberang sungai bersama dengan tujuh santri lainnya. Kejadian itu dilaporkan terjadi pada Minggu (1/3/2020) sekitar Pukul 15.00 WIB.

Salah seorang relawan Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Kabupaten Bojonegoro Nurcholis mengungkapkan, jasad korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tak bernyawa. “Setelah ditemukan, jasad korban langsung diserahkan ke rumah duka untuk dimakamkan,” ujar Nurcholis, Senin (2/3/2020).

Medan sungai yang berat sehingga memperlambat proses pencarian korban. Banyak pohon bambu yang melintang ke sungai. Selain itu, air sungai sedang meluap dan berwarna kecoklatan.

Sekadar diketahui, kasus tenggelam itu bermula saat delapan santri asal Pondok Pesantren Fattul Masdjid di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, sedang menyeberang sungai dengan cara saling berpegangan tangan. Saat kejadian arus sungai sedang deras.

Di tengah perjalanan saat hendak menyeberangi sungai, tangan korban terlepas dari teman-temannya dan terseret arus. Korban akhirnya tidak bisa diselamatkan. Sedangkan tujuh temannya yang lain berhasil menyelamatkan diri. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar