Peristiwa

Jasad Korban Perahu Tenggelam Dikenali Lewat Cincin dan Tanda Lahir

Jombang (beritajatim.com) – Tim Disaster Victim Identivication (DVI) Polda Jawa Timur, RS Bhayangkara Kediri, memastikan bahwa jasad perempuan yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kesamben, Jombang, Selasa (3/3/2020) adalah Lutvi Dwi Saptina alias Septi (23), warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh.

Selain dari pemeriksaan medis, terkuaknya identitas tersebut juga dari prperti yang dipakai oleh mahasiswi semester akhir ini. Yakni, dari pakaian, cincin di jari, serta dari tanda lahir. “Korban perahu tenggelam yang ditemukan hari ini dipastikan Lutvi Dwi Saptina,” ujar Kaur Dokpol RS Bhayangkara Kediri dr Tutik Purwanti S.pF, saat berada di kamar jenazah RSUD Jombang, Selasa (3/3/2020) petang.

Selain RS Bhayangkara Kediri, Tim DVI juga melibatkan RS Bhayangkara Nganjuk. Petugas kemudian mencocokan informasi yang didapat dari keluarga korban soal properti yang dipakai. “Termasuk adanya tanda lahir korban yang ada di punggung,” katanya melanjutkan.

Komandan Tim SAR gabunga, Novix Heriadi mengatakan, jasad Septi ditemukan di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kecamatan Kesamben pada pukul 13.30 WIB. Lokasi tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi tenggelamnya perahu.

“Dengan ditemukannya jasad Septi, berarti masih ada satu korban dalam proses pencarian. Korban atas nama Anista Sugandis (18), warga asal Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Pencarian kita lanjutkan besok,” ujar Novix.

Ali Sofwan (52), kerabat korban membenarkan bahwa jasad tersebut adalah Septi yang tak lain keponakannya. Sejak sehari sebelumnya, pihak keluarga juga menggelar doa bersama agar Septi segera ditemukan. “Doa keponakan saya. Sejak kemarin kami melakukan doa bersama agar jasadnya segeru ditemukan. Akhirnya hari ini ketemu,” ujar Sofwan ketika ditemui di tempat yang sama.

Diberitakan sebelumnya, perahu penyeberangan Sungai Brantas mengalami kecelakaan pada Sabtu (29/2/2020) sekira jam 22.00 WIB. Perahu berisi 5 penumpang dan 1 pengemudi serta tiga sepeda motor. Perahu berangkat dari Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, menuju Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Di tengah perjalanan mesin perahu tiba-tiba mati karena arus deras. Perahu hanyut ke arah utara, kemudian penumpang menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sungai. Dua orang berhasil selamat, sedangkan empat korban lainnya dalam pencarian. Dua korban selamat adalah Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patinrowo, Nganjuk dan Sukar (55), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Pencarian hari kedua, Senin (2/3/2020), tim SAR menemukan dua jenazah korban di penyeberangan Desa/Kecamatan Megaluh atau delapan kilometer dari lokasi kejadian. Hasil identifikasi, dua jenazah itu masing-masing Serda Dadang Agung Wicaksono, warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrwo, Nganjuk, dan Surip (45), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Pencarian hari ketiga, Tim SAR menemukan jasad perempuan di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kesamben, Jombang, Selasa (3/3/2020). Hasil identifikasi, korban adalah Lutvia Dwi Septina atau Septi (23), warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh. Dengan demikian, masih ada satu korban yang hilang, yaitu Anista Sugandis atau Anis (18), warga asal Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar