Peristiwa

Jangan Ditiru, Petugas Kesulitan Pemakaman Jenazah PDP Banyuwangi, Ini Jawaban Dinkes

Banyuwangi (beritajatim.com) – Beredar video di tengah masyarakat adanya pemulangan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng yang meninggal pagi tadi. Jenazah mulanya diangkut menggunakan mobil ambulans RSUD Genteng menuju pemakaman.

Namun saat akan diturunkan, hanya ada tiga petugas medis memakai Alat Pelindung Diri (APD) atau hazmat lengkap. Dua petugas menurunkan jenazah dalam peti. Satu petugas mengarahkan.

Dua orang petugas terlihat kesulitan membawa peti jenazah. Sementara satu orang petugas masih terlihat tak membantu keduanya.

Banyak warga yang berada di sekitar lokasi, namun mereka tak berani mendekat. Merasa susah payah, akhirnya datang warga membawa alat dorong untuk membantu petugas. Namun, masih sulit dilakukan. Akhirnya tiga warga setempat membantu petugas meski tanpa memakai APD.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menjelaskan, tim medis dan petugas kamar mayat RSUD Genteng, telah menerapkan prosedur standar Covid-19 dalam pemulasaraan jenazah. Meski, jenazah belum terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

“Proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah harus sesuai protokol. Dan Alhamdulillah situasi kondusif masyarakat bisa menerima jenazah ini dimakamkan di pemakaman desa setempat,” ungkap dr. Rio, Kamis (9/4/2020).

Bahkan, Rio menyebut, tim medis telah memenuhi prosedur kesehatan. Meski, tak menjelaskan detail mengenai prosedur yang dimaksud. Termasuk ideal tenaga medis yang melakukan pemulasaran. “Sesuai prosedur, tim medis menggunakan APD lengkap, jenazah sebelum dimakamkan disemprot disinfektan lebih dulu,” pungkasnya.

Warga yang meninggal merupakan satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng. Pasien meninggal dunia hari ini, Kamis (9/4/2020), sekitar pukul 04.20 WIB.

Pasien berusia 66 tahun, memiliki riwayat penyakit bawaan, yaitu diabetes. Pasien tersebut mulai dirawat di rumah sakit sejak 1 April 2020. Sebelum dirawat di rumah sakit, pasien mempunyai riwayat perjalanan ke Jember dan Lumajang. Kemudian tiba di Banyuwangi, mengeluhkan flu dan demam, dan langsung diopname sejak 1 April. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar