Peristiwa

Jalur Kereta Api Era Kolonial Ditemukan di Kayutangan Heritage Kota Malang

Penemuan jalur trem atau kereta api tengah kota era kolonial Belanda, di Kayutangan Heritage.

Malang (beritajatim.com) – Dalam pembangunan kawasan Kayutangan Heritage oleh Kementerian PUPR RI. Pelaksana proyek menemukan jalur trem atau jalur kereta api tengah kota pada era kolonial Belanda. Benda ini merupakan warisan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Kepala Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Agung Harjaya Buana mengatakan, sesuai arsip yang mereka punya jalur trem ini dibangun pada tahun 1903 oleh Belanda. Bangunan ini menjadi kunci bahwa kawasan Kayutangan Heritage kaya akan warisan cagar budaya.

Setelah mendapat laporan TACB Kota Malang langsung datang melihat lokasi temuan. Mereka menegaskan benda itu merupakan artefak. Kondisinya rel masih utuh, hanya bantalan rel yang rusak karena terbuat dari kayu. Mereka langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terutama PT KAI selaku otoritas perkeretaan api di Indonesia.

“Pada saat pelaksanaan zona satu dan dua ditemukan artefak tinggalan masa lalu berupa jaring rel trem yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1903. Karena ini terkait kegiatan proyek revitalisasi Kayutangan maka tadi sudah kami koordinasikan dengan empat pihak,” kata Agung, Rabu (11/11/2020).

Pemerhati Rel Kereta Api, Cahyana Indra Kusuma menegaskan dalam arsip sejarah Kota Malang trem dibuka untuk operasional oleh Belanda sekitar 15 Februari 1903 dan diprediksi ditutup pada 1959. Trem digunakan untuk keperluan mengangkut muatan karang dan juga barang. Luasanya terbantang dari Utara yakni kawasan Blimbing hingga ke selatan yakni kawasan Kedungkandang, Kota Malang.

“Kawasan Kayu Tangan ini dulunya kan sentral bisnis. Jadi ini adalah jalur perdagangan. Sentra-sentra produksi ada di sini,” ujar Cahyana Indra.

Sementara itu, kontraktor pembangunan Kayutangan Heritage yakni Consultant Supervisi PT Prospera Consulting Engginer, Warjo, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan terlebih dahulu jalur trem. Karena dikejar deadline rampung sebelum natal 2020, mereka langsung melakukan koordinasi untuk langkah lanjutan penyelamatan rel trem.

“Rel ini akan kami tutup. Pengamanannya yaitu dengan dicor. Di atasnya masih ada selisih sekitar 6 centimeter akan ditutup menggunakan batu andesit. Agar tidak rusak dengan karat. Kami jamin besi rel ini aman. Apalagi ini pengerjaan proyeknya kami kebut. Pengerjaan selama 24 jam penuh dan paling lambat akan rampung pada 20 Desember 2020,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar