Peristiwa

Jalan Raya Morowudi Cerme Terputus 1 Km Akibat Banjir, Arus Lalin Dialihkan

Seorang ibu dengan anaknya melintas di Jalan Raya Morowudi Cerme yang terputus akibat tergenang banjir luapan Kali Lamong

Gresik (beritajatim.com) – Imbas meluapnya Kali Lamong, Jalan Raya Morowudi Cerme, Gresik terputus hingga satu kilometer. Jalan yang menghubungkan ke Kecamatan Benjeng, dan Balongpanggang tersebut tergenang air hingga lutut orang dewasa.

Arus lalu-lintas dialihkan yang semula dari arah Jalan Raya Morowudi Cerme dilewatkan ke Jalan Raya Cerme Utara lalu menuju ke Pasar Cerme. Selanjutnya, melintasi Jalan Raya Metatu Benjeng. Hal serupa dari arah Balongpanggang dialihkan ke Jalan Metatu Benjeng lalui menuju ke Jalan Raya Cerme Utara Gresik.

Salah satu pengendara motor asal Balongpanggang, Habib (35) menuturkan, dirinya nekat melintasi Jalan Raya Morowudi dengan motor trailnya.

“Mau gimana lagi, saya terpaksa nekat menerobos banjir karena kalau melewati Jalan Raya Metatu Benjeng mutarnya terlalu jauh,” tuturnya, Selasa (16/03/2021).

Putusnya Jalan Raya Morowudi Cerme juga dimanfaatkan sejumlah anak kecil bermain air sambil berenang. Mereka riang gembira ditunggui orang tua dengan memanfaatkan banjir yang menggenangi jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Tarso Sagito mengatakan, banjir mulai bergeser ke Cerme. Banjir di Kecamatan Balongpanggang sudah berangsur surut.

Sedangkan empat kecamatan lainnya masih terendam. Yakni, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, Kecamatan Kedamean dan Kecamatan Menganti.

“Jalan raya Morowudi tergenang dengan ketinggian 80 sentimeter sepanjang 800 meter. Sebanyak 750 rumah warga juga tergenang,” ucap Tarso.

Ada 11 desa di Cerme yang terendam banjir, Desa Dadapkuning, Ngembung, Sukoanyar, Dungus, Betiting, Guranganyar, Morowudi, Desa Iker-iker Geger, Lengkong, Pandu dan Tambakberas. Di Desa Tambakberras, sebanyak 10 rumah terendam, ketinggian air 40 sentimeter merendam jalan sepanjang 1.300 meter.

Tambak warga tergenang seluas 200 hektare. Banjir juga merendam Balai Dusun Segunting, TPQ Segunting, Makam Dusun Segunting, Halaman Masjid Tambak Beras. Kemudian di Kecamatan Benjeng, ada sebelas desa terendam banjir. Yakni, Desa Sedapurklagen, Karangkidul, Deliksumber, Klampok, Kedungsekar dan Banter. Kemudian Desa Munggugebang, Bangkelolor, Gurangploso, Kedungrukem, Munggugianti. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar