Peristiwa

Jalan Raya di Sampang Kurang Penerangan

Kondisi jalan raya di Sampang saat malam hari

Sampang (beritajatim.com) – Jalan raya Provinsi Jawa Timur, sepanjang kurang lebih 40 Km, tepatnya ruas Sampang-Ketapang, masih banyak yang tidak dilengkapi dengan penerangan jalan umum (PJU). Sehingga gelap-gulita saat malam hari.

Padahal, warga Sampang seharunya bisa menikmati fasilitas PJU sebagai bentuk timbal balik secara tidak langsung dari pembayaran pajak penerangan jalan (PPJ) melalui PLN.

Dasar hukum pajak penerangan jalan adalah peraturan pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2001 Tentang PPJ yang ditetapkan Pemerintah Daerah masing-masing. Sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah abaikan kewajiban menerangi jalan raya.

Mohammad Iqbal (37), seorang pengendara yang sering melintas di jalan Sampang – Ketapang menuturkan, kondisi jalan yang gelap terkadang membuatnya khawatir dan was-was saat melintas. Terutama di lokasi yang jauh dari rumah warga.

“Rakyat ini selalu menjadi korban, sebab kalau telat bayar pajak kita didenda. Nah, PJU ini kita ikut bayar tetapi tidak bisa merasakan manfaat penerangan jalan,” tuturnya, Minggu (26/7/2020).

Dirinya berharap agar pemerintah bisa melakukan pemasangan PJU di jalan raya secara merata. Sebab, tidak menutup kemungkinan bisa meminimalisir adanya aksi kejahatan dan memberikan rasa aman bagi warga yang melintas.

Kepala UPT Pembantu Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Sampang, Mohammad Haris saat dikonfirmasi mengatakan, pemasangan PJU di jalan Provinsi merupakan kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Sementara, lembaganya hanya berwenang melakukan pemeliharaan jalan saja.

“Memang butuh dipasang PJU lebih banyak lagi agar di saat malam jalan itu tidak gelap,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Sampang, Aji Waluyo yang ditemui melalui Kasi Teknik Sararana Prasarana (TSP) Jalan Heri Budiyanto mengatakan, pada 2019 lalu pihaknya telah mengajukan permohonan pemasangan PJU untuk ruas jalan Provinsi dan Nasional di Kota Bahari. Pengajuan tersebut berdasarkan atas rekomendasi dari Dishub Jatim dan Bali Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya.

“Kebutuhan PJU untuk jalan Provinsi dan Nasional sudah kita ajukan ke Pemprov dan pusat sebanyak 464 titik. Perinciannya, ruas Sampang-Ketapang 124 titik, Sampang-Omben 180 titik. Sementara untuk jalur Nasional sebanyak 164 PJU,” terangnya.

Namun, sampai saat ini pihaknya mengaku tidak tahu kapan program pemasangan PJU akan dimulai. Sebab, merupakan kewenangan Pemprov dan Pemerintah Pusat. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar