Peristiwa

Jalan Khusus Tambang Pasir Terputus di Aliran Sungai Semeru

Bupati Lumaang saat meninjau langsung kerusakan jalur khusus tambang pasir Semeru

Lumajang (beritajatim.com) – Intensitas hujan cukup tinggi di Kabupaten Lumajang beberapa hari terakhir mengakibatkan jalan khusus angkutan tambang pasir terputus di sebelah sungai aliran lahar Semeru di Desa Bago Kecamatan Pasirian. Akibatnya, penambang pasir kesulitan masuk ke area tambanganya.

Jalan tambang sepanjang 9 km yang melewati Desa Jugosari, Gondoruso dan Bades tersebut terpantau ada beberapa titik yang rusak akibat tergerus arus sungai. Hingga akhirnya angkutan pasir yang sedianya melewati jalur tersebut terpaksa menggunakan jalan desa.

“Sejak dua hari ini, arus sungai aliran semeru meningkat, bersamaan dengan curah hujan juga cukup tinggi,” ujar Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat meninjau jalan khusus tambang pasir di Desa Bades, Pasirian, Jum’at (06/11/2020).

Lanjut Bupati, perbaikan jalan akan segera dilakukan. Ia menegaskan apabila perbaikan rampung, angkutan tambang pasir diharapkan kembali menggunakan jalan khusus tambang pasir.

“Untuk sementara jalur truk pasir melalui jalan umum dan beberapa hari ini setelah selesai diperbaiki, truk pasir harus kembali melewati jalan khusus tambang pasir,” tegasnya.

Jalan khusus tambang dibuat oleh Pemkab Lumajang bersama pemilik lahan tambang pasir untuk menghindari konflik dengan masyarakat desa yang sebelumnya diprotes. (har/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar