Peristiwa

2 Ribu Bibit Pohon Ditanam di Sumber Mata Air Mojokerto

Jaga Kelestarian dan Ketersediaan Air

Aksi penanaman bibit pohon di sumber mata air Desa Dilem, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Mojokerto bersama berbagai elemen masyarakat melakukan aksi penanaman 2.000 ribu bibit pohon. Aksi tersebut dilakukan untuk menjaga ketersedian dan kelestarian air yang menjadi sumber kehidupan.

Bertempat di sekitar sumber mata air Desa Dilem, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, kegiatan dengan tema ‘Kita Jaga Alam Kita, Alam Jaga Kita’ tersebut melibatkan 400 personil dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemanusiaan. Seperti BAGANA, CBB/KPP, NU Backpaker, Pemdes Dilem, Kartar Tunas Harapan Desa Dilem serta LMDH Desa Dilem.

Ketua Panitia NU Tanam Pohon, Kabupaten Mojokerto, Achmad Yani mengatakan, aksi tersebut melibatkan elemen masyarakat dan pemuda dengan tujuan untuk memberikan edukasi sekaligus pelajaran bagi para pemuda dan masyarakat. “Lokasi ini merupakan satu-satunya sumber mata air yang mengaliri rumah rumah warga di dua desa,” ungkapnya, Selasa (17/12/2019).

Kepala Desa (Kades) Dilem, Zainul Arifin menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian NU dan menempatkan kegiatan tanam pohon di desanya. “Harapan besar dalam kegiatan kali ini bisa memunculkan manfaat pada terlindungnya mata air di Desa Dilem dari ancaman longsor dan banjir bandang. Karena lokasi mata air yang ada di dasar lembah dua bukit yang curam sangat menghawatirkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam mengatakan, pihaknya akan terus berupaya secara bersama-sama untuk melakukan upaya penanggulangan bencana, utamanya saat tidak ada bencana. “Kegiatan semacam ini sangat penting untuk terus digalakkan, terlebih saat musim hujan tiba. Ancaman longsor hingga banjir bandang sewaktu waktu bisa terjadi,” ujarnya.

Masih kata Anam, sepanjang musim kemarau 2019 puluhan hektaran lahan maupun hutan di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto terbakar. Hal ini jelas bisa menyebabkan adanya potensi bencana longsor hingga banjir bandang. Sehingga upaya pencegahan bencana longsor dan banjir bandang terus digalakkan.

“Secara organisasi isu-isu lingkungan dan perubahan iklim memang sudah menjadi hal penting dan masuk dalam perhatian NU. Maka dari itu, kita berharap tak hanya warga NU maupun organisasi di bawah naungan NU melainkan masyarakat juga bisa ikut serta dalam menjaga alam,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar